Usaha Patungan Disetujui, JD.com E-Commerce China Pertama dengan Maskapai Pribadi

JD.com E-Commerce China - www.techinasia.comJD.com E-Commerce China - www.techinasia.com

BEIJING – Salah satu raksasa China, JD.com, yang dimiliki miliarder Richard Liu Qiangdong, berada di untuk menjadi e-commerce pertama di tersebut dengan armada udaranya sendiri. Civil Aviation Administration of China (CAAC) China Timur, otoritas yang bertanggung jawab atas sipil, telah memberikan persetujuan awal untuk pendirian Jiangsu Jingdong, joint venture antara JD.com dan Nantong Airport Group.

Seperti diwartakan South China Morning Post, unit kargo udara akan menjadi patungan antara JD.com dan Nantong Airport Group, dengan raksasa e-commerce menyumbang 75 persen dari awal. Usaha patungan ini akan menjadi kargo pertama di Negeri Panda yang didanai oleh platform e-commerce dan kargo swasta ketiga di negara itu setelah SF Express dan YTO Express.

Meski demikian, JD Logistics, cabang logistik JD.com, belum mengumumkan rencana investasi terperinci untuk armada tersebut. Sebelumnya, sepanjang Juni, mereka memiliki layanan pengiriman udara di 300 kota dengan 100.000 rute penerbangan di seluruh negeri, semuanya melalui berbagai kemitraan dengan sejumlah maskapai, termasuk Zhejiang Loong Airlines dan Zhongyuan Longhao Airlines. Perusahaan juga telah membeli layanan angkutan dari China Southern Airlines, China Eastern Airlines, dan Hainan Airlines.

Sementara itu, Alibaba Group Holding, pemain e-commerce yang disebut-sebut terbesar di China, melakukan pendekatan berbeda dengan menggandeng berbagai maskapai. Cabang logistik perusahaan, Cainiao, bekerja dengan lebih dari 3.000 mitra di seluruh dunia. SF Holding yang berbasis di Shenzhen, yang mengoperasikan SF Express dan juga dikenal sebagai FedEx of China, di sisi lain sedang membangun pusat kargo udara baru di Hubei. Perusahaan berharap proyek 355 juta dapat menyaingi basis FedEx di Memphis.

The National Development and Reform Commission (NDRC), perencana negara China, tahun lalu sempat mengatakan bahwa mereka akan mendukung maskapai kargo untuk memperluas armada mereka dan membangun satu atau dua bandara hub untuk operator kargo pada tahun 2035. Pada paruh pertama tahun 2021, armada kargo China mengirimkan 3 juta ton kargo, turun 15 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Loading...