Jakarta Unfair, Angkat Sisi Lain Korban Penggusuran

dokumenter-jakartaunfair

Penggusuran yang dilakukan di DKI , baik di era kepemimpinan Joko Widodo maupun Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dimaksudkan untuk membuat ibukota itu menjadi Jakarta baru yang lebih rapi, tertib, dan juga manusiawi. Sayangnya, di sisi lain, langkah ini justru menyisakan kepedihan bagi yang menjadi korban penggusuran, alih-alih menjadi lebih baik.

Hal ini yang ingin diangkat dalam dokumenter “Jakarta Unfair” karya Watchdoc Documentary. Dalam trailer di kanal YouTube berdurasi lima menit delapan belas detik, diperlihatkan sisi negatif penggusuran, terutama untuk masyarakat, dan juga janji-janji Jokowi yang tidak akan melakukan penggusuran.

“Menurut LBH Jakarta, Pemprov Jakarta telah melakukan 113 kali penggusuran selama tahun 2015 dan 325 titik terancam digusur pada tahun ,” tulis Watchdoc Documentary. “Setidaknya, 70 persen penggusuran ini dilakukan sepihak dan tanpa solusi yang sepadan.”

Menurut Watchdoc Documentary, beberapa titik rawan gusur kini telah rata dengan tanah. Dalihnya masih sama, penertiban dan normalisasi (RTH atau waduk dan sungai) demi kehidupan yang layak. “Jakarta Unfair mencoba menguji tesis Pemprov Jakarta terkait kehidupan yang lebih baik pasca-penggusuran,” sambung Watchdoc Documentary.

Versi lengkap video ini sendiri bakal hadir pada tanggal 28 Oktober mendatang. “Ini adalah karya teman-teman , komunitas film indie, dkk yang kemudian diramu dengan baik oleh Watchdoc untuk menunjukkan secara lugas wajah politisi yang mengusung ide Jakarta Baru, yaitu Jokowi dan Ahok,” tulis akun Mahmud Syaltout.

Loading...