Jakarta PSBB Total, Rupiah Berakhir Merah

Rupiah - www.viva.co.idRupiah - www.viva.co.id

JAKARTA – Meski dibuka naik, rupiah harus berbalik arah menuju area merah pada perdagangan Kamis (10/9) sore, ketika keputusan Pemerintah DKI Jakarta yang akan melakukan PSBB total mereduksi kekuatan domestik. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.58 WIB, Garuda ditutup melemah 56 poin atau 0,38% ke level Rp14.855 per AS.

Sementara itu, data yang dirilis pukul 10.00 WIB tadi menempatkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.871 per dolar AS, terdepresiasi 18 poin atau 0,12% dari sesi sebelumnya di level Rp14.853 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, termasuk rupiah, dolar Singapura, dan .

Rupiah harus bergerak melandai, salah satunya karena terpengaruh keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang memutuskan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total di wilayahnya mulai 14 September 2020 mendatang. Hal itu dilakukan setelah melihat perkembangan kasus COVID-19 di ibukota dan dukungan yang sudah dianggap darurat.

“Dalam rapat, disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat, yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB transisi, tetapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu,” tutur Anies, dilansir CNBC Indonesia. “Bila tak ada kebijakan darurat di Jakarta, maka efeknya akan menyebabkan kematian karena kasus COVID-19 akan tinggi.”

Keputusan melakukan PSBB total seperti di awal pandemi, dianggap menjadi bumerang bagi mata uang Garuda. Cepat atau lambat, pelaku menyebut rupiah akan ‘dihukum’. “Kebijakan Pak Anies ini sebenarnya mengagetkan . Rupiah bisa saja tembus ke level Rp17.000 per dolar AS,” ujar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya harus bergerak lebih rendah pada hari Kamis, menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan berlangsung malam nanti WIB, sedangkan euro mempertahankan kenaikan terhadap greenback. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,1 poin atau 0,11% ke level 93,155 pada pukul 15.03 WIB.

“ECB adalah acara terbesar minggu ini karena ada banyak yang dipertaruhkan,” kata manajer umum perdagangan bersama di Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Masaru Ishibashi, kepada Reuters. “Baru-baru ini, ECB meremehkan inflasi, tetapi saya ingin melihat bagaimana Christine Lagarde ( ECB) akan mendekati ini dalam konferensi pers. Ini akan menentukan arah pergerakan euro.”

Loading...