Senin Pagi, Rupiah Menguat Saat Jakarta Resmi PSBB

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (14/9) - market.bisnis.com

Rupiah mampu mengawali Senin (14/9) di area hijau saat PSBB ketat kembali diberlakukan di DKI Jakarta . Menurut laporan Index, mata uang Garuda membuka transaksi dengan 35 poin atau 0,24% ke level Rp14.855 per dolar . Sebelumnya, spot sempat ditutup melemah 35 poin atau 0,24% di posisi Rp14.890 per dolar pada Jumat (11/9) kemarin.

“Pada pekan ini, ada dua agenda ekonomi yang akan memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, yakni rilis neraca perdagangan dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia,” tutur Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Bisnis. “Neraca perdagangan kemungkinan akan kembali surplus di kisaran 2,24 miliar dolar AS dan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan.”

Ia menambahkan, kekhawatiran pasar terhadap penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lebih ketat di DKI Jakarta mulai hari ini tidak akan memengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan. Dia menilai, pasar telah menghargai sentimen tersebut pada dua hari perdagangan terakhir sehingga respon pada perdagangan minggu ini sudah tidak lagi sebesar sebelumnya.

Hampir senada, analisis tim CNBC Indonesia mengatakan bahwa meski memang ada pengetatan ketimbang PSBB transisi, tetapi tidak seketat masa awal PSBB di bulan April lalu, sehingga rupiah berpeluang bangkit kembali. Selain itu, sentimen pelaku pasar juga terlihat mulai membaik, terlihat dengan penguatan AS dan Asia pada pagi ini.

Sedikit berbeda, Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menuturkan bahwa keputusan PSBB total di Jakarta tentu menjadi perhatian besar dari pelaku pasar. Apalagi para investor sudah bereaksi dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebelumnya pada Rabu (9/9) malam lalu. “. Terlihat terjadi aliran dana asing keluar dari Indonesia, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah,” katanya.

Anies Baswedan sebelumnya telah memastikan pemberlakuan PSBB secara ketat di Jakarta tetap berlaku mulai 14 September 2020. Untuk memperjelas kebijakan itu, Anies menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2020. Pasalnya, kasus penularan infeksi di ibukota sejauh ini memang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Loading...