Jakarta PSBB Lagi, Rupiah Dibuka Menguat

Rupiah menguat pada perdagangan awal pekan (12/10) ini - berita.news

ternyata masih cukup bertenaga ketika memulai awal pekan (12/10) ini, meski Jakarta kembali memberlakukan PSBB transisi. Menurut paparan Index pada pukul 09.01 WIB, mata uang Garuda dibuka menguat 15 poin atau 0,10% ke level Rp14.685 per AS. Sebelumnya, spot ditutup naik 10 poin atau 0,07% di posisi Rp14.700 per AS pada Jumat (9/10) kemarin.

“Sentimen eksternal dan internal sama-sama menjadi penggerak rupiah dalam sepekan terakhir,” tutur Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Kontan. “Dari eksternal, sentimen positif datang dari pembicaraan stimulus AS yang diharapkan bisa membantu pemulihan ekonomi AS. Alhasil, pelaku pasar memilih keluar dari aset aman dan masuk ke aset berisiko, termasuk rupiah.”

Sementara itu, sentimen dari internal terkait dengan (UU) cipta kerja yang sebelumnya diantisipasi positif oleh pelaku pasar. Namun, Ariston mengungkapkan bahwa kericuhan penolakan di beberapa daerah memberikan sentimen negatif ke rupiah sehingga penguatan rupiah menjadi tertahan.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) , Piter Abdullah, dikutip dari Bisnis, menimpali bahwa dampak dari kerusuhan demo akibat pengesahan UU Cipta Kerja belum akan berpengaruh banyak terhadap kinerja rupiah. Meski begitu, penguatan rupiah bisa terganjal demo penolakan yang bisa saja berlangsung hingga pekan ini.

Hampir senada, analisis CNBC Indonesia bilang bahwa dolar AS dalam situasi ‘maju kena, mundur kena’ menghadapi stimulus fiskal. Mata uang Paman Sam sempat menguat setelah , , meminta perundingan stimulus dihentikan. Namun, sikapnya berubah, mendesak Kongres untuk menyetujui program stimulus senilai 1.200 dolar AS untuk bantuan bagi warga AS, 25 miliar dolar AS untuk industri penerbangan, dan 135 miliar dolar AS pinjaman usaha kecil.

Berubahnya sikap Trump tersebut membuat sentimen pelaku pasar membaik. Bursa saham AS melesat naik dalam dua hari terakhir, yang mengindikasikan sentimen pelaku pasar membaik dan bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah pada perdagangan hari ini. Kala sentimen pelaku pasar membaik, yang merupakan aset safe haven menjadi tidak menarik.

Untuk transaksi pekan ini, Ariston menuturkan bahwa mata uang domestik masih berpeluang melanjutkan penguatan selama pembicaraan fiskal AS mengalami kemajuan. Selain itu, situasi yang membaik di dalam negeri juga bisa menopang penguatan rupiah pada minggu ini. “Rupiah mungkin bergerak di kisaran Rp14.600 hingga Rp14.850 per dolar AS,” tutur Ariston.

Loading...