Jajaki Potensi Bisnis Pinjaman P2P di Indonesia, ‘Crowdo’ Tampil sebagai Sahabat UKM

Jakarta – Para pelaku usaha kecil dan menegah di tanah air semakin terbantu untuk mendapatkan akses modal. Pasalnya, kini telah hadir platform Crowdo yang memungkinkan pelaku untuk mengajukan dana pinjaman tanpa syarat yang ribet.

Crowdo adalah sebuah platform crowdfunding yang tengah berkembang di Asia Tenggara. Paltform ini memberikan pinjaman peer to peer (P2P), dimana UKM dapat mengajukan pinjaman melalui website.

“Usaha kecil dan menengah (UKM) berperan penting dalam strategi . UKM berkontribusi 60% terhadap domestik bruto (PDB) dan mempekerjakan lebih dari 97% tenaga kerja di . Pinjaman peer to peer yang kami berikan diharapkan dapat mendorong startup (bisnis pemula) dan UKM mengembangkan usaha mereka,” kata Leo Shimada, Co-Founder dan CEO Crowdo, pada acara peluncuran Crowdo di Jakarta, Sabtu (9/4).

Pinjaman peer to peer dipandang sebagai cara revolusioner untuk membantu usaha-usaha tahap awal. Platform ini akan mempertemukan dengan pemilik usaha melalui proses yang transparan. Diungkapkan oleh Leo, rate bunga pinjaman berkisar 12%-17% dengan plafon hingga Rp 1 miliar.

“Crowdo dalam proses konsultasi dengan untuk memastikan bahwa Crowdo sejalan dengan aturan-aturan dan regulasi-regulasi yang ada di Indonesia. Dan, Crowdo sendiri yang juga beroperasi di Singapura dan telah mempunyai perizinan untuk Crowdo Singapura dan ,” paparnya.

Meski berbarengan dengan upaya untuk menggenjot pengembangan UKM dengan mengucurkan kredit usaha rakyat (KUR) melalui bank-bank lokal, Leo optimis Crowdo dapat diterima dengan baik di Indonesia.

“Indonesia adalah yang besar dengan jumlah UKM 40 juta. Kita melihat mungkin masih banyak lagi orang-orang yang ingin membuka usaha, bisa jadi 40 juta lagi yang ingin berkecimpungan di usaha. Inilah yang menjadi keyakinan kami,” terang Ari Ariwibowo, Sponsor & Senior Advisor Crowdo.

Loading...