Jadi Pelengkap Bitcoin, Harga Litecoin Berkisar di Angka $ 241

Litecoin - coinjoker.comLitecoin - coinjoker.com

Meningkatnya minat pada belakangan ini tampaknya turut mendorong naiknya nilai mata uang virtual alternatif seperti Ethereum, Ripple, XRP, Dogecoin, hingga Litecoin. Pada perdagangan kemarin, Jumat (5/1) Litecoin alias LTC dilaporkan mengalami kenaikan lebih dari 5,195% dari tahun ke tahun menurut Coinbase. Litecoin pun berkisar di angka 241 atau sekitar Rp 3,2 jutaan jika dikonversikan ke dalam . Akan tetapi selama beberapa hari belakangan harga LTC sedikir tergelincir.

Di awal perdagangan, Litecoin bergerak 6,14015% dan tawaran terakhir tercatat di angka USD 246,59 per 1 LTC. Berdasarkan data terbaru, LTC memiliki level tertinggi 52 minggu di posisi USD 370,4238 dan level terendah 52 minggu pada USD 3,6300. “Memahami antusiasme untuk mata uang tertentu sangat penting terutama ketika mempertimbangkan untuk masuk ke dalamnya. Menurut indikator teknis terbaru, rekomendasi konsensus untuk Litecoin (LTC) adalah ‘Beli’,” demikian seperti dilansir USA Commerce Daily.

Sebagai , litecoin adalah salah satu koin alt yang paling menonjol dan tersedia di pasaran saat ini meskipun bukan yang pertama. Ketika dibangun pertama kali oleh Charlie Lee pada Oktober 2011 lalu, beberapa alt coin termasuk litecoin berada di sekitar dan bersaing dengan bitcoin. Namun apa yang membuat litecoin mampu bertahan hingga saat ini?

Lee mengamati lingkungan kriptografi serta membuat dan pemrograman berdasarkan pada fitur yang ia lihat belum diterapkan secara semestinya dalam koin lain dan itu bisa digunakan untuk mengupgrade dari bitcoin. Berangkat dari pemikiran tersebut, Lee pun mengembangkan Litecoin untuk menjadi perak dari emas Bitcoin.

Berbeda dari alt coin lainnya, Lee justru memandang bitcoin sebagai pelengkap dan bukan pesaing. Posisinya sama seperti emas dan perak yang secara bersamaan dapat mempertahankan nilai sebagai logam mulia dengan persediaan yang sedikit berbeda meskipun saling tumpang tindih, Bitcoin dan Litecoin dapat hidup berdampingan.

“Bitcoin menyediakan satu layanan (emas) yang sempurna untuk high-end, besar, Litecoin dapat memberikan layanan serupa (perak) yang lebih baik disesuaikan untuk yang lebih kecil dan lebih murah,” ujar Lee.

Pada praktiknya, Lee memastikan bahwa Litecoin tak akan langsung bersaing dengan Bitcoin. Oleh sebab itu Lee memusatkan 2 pilihan desain utama pada Litecoin, yakni kecepatan waktu transaksi (block time) berkurang 75% dari Bitcoin yang berkisar 10 menit menjadi 2,5 menit saja pada Litecoin. Selain itu, Litecoin bukan mengandalkan fungsi hash kriptografi SHA256 seperti Bitcoin, melainkan menggunakan fungsi enkripsi. Secara teori, hal ini memungkinkan orang tanpa perangkat keras mining untuk menambang Litecoin.

Loading...