Jadi Oleh-Oleh Khas Kota Kediri, Tahu Kuning Dijual Mulai Harga Rp 3 Ribuan per Buah

Tahu Kuning Kediri - www.tokopedia.comTahu Kuning Kediri - www.tokopedia.com

Saat berjalan-jalan ke Kediri, Jawa Timur, rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi atau berbelanja kuliner seperti takwa atau kuning Kediri. yang punya tekstur agak keras dari biasa ini banyak diburu sebagai oleh-oleh saat liburan atau mudik ke Kediri. Karena merupakan kuliner khas, tak heran jika kuning cukup banyak jumlahnya dan tersebar di berbagai lokasi. Harga kuning Kediri pun relatif terjangkau, biasanya dijual bijian (ecer) atau satu besek.

Untuk legendaris seperti Tahu Poo misalnya, dijual dengan harga Rp 2.850 per biji ( tahu takwa kuning), sedangkan yang tahu pong warna putih harganya Rp 3.050 per buah. Ada juga tahu kuning merek LYM seharga Rp 30 ribu per besek (isi 10 buah tahu) atau merek GTT harganya Rp 39 ribu 1 besek isi 10 tahu.

Saat kenaikan AS beberapa waktu lalu, pengusaha tahu takwa atau tahu kuning di Kota Kediri kabarnya belum merasakan imbasnya. Padahal kala itu kedelai impor mengalami kenaikan Rp 300 per kilogram. Meski terjadi kenaikan, para pedagang rupanya enggan menaikkan harga jual tahu kuning mereka lantaran takut ditinggal oleh pelanggan. “Harga tahu tetap tidak kami naikkan harganya, karena kami khawatir jika harga kami naikkan, pelanggan akan meninggalkan kami,” jelas salah satu pengusaha tahu takwa bernama Purborini, seperti dilansir Detik.

Akan tetapi, bila nilai tukar terus mempengaruhi harga kedelai, maka para pengusaha tahu takwa pun terpaksa menaikkan harga jual tahu dan mengurangi takaran kepadatan tahu takwa supaya tak merugi. Lebih lanjut Purborini menjelaskan jika tiap satu adonan 14 kg kedelai dapat menjadi 200 buah tahu takwa. Apabila harga kedelai terus melonjak, maka satu adonan jumlah kedelai akan dikurangi jadi 13 kg dalam sekali masak. Dalam satu hari, para perajin tahu takwa dapat memasak hingga 300 kg kedelai mentah.

Pengusaha tahu takwa lain bernama Budi juga sependapat. Lantaran kurang paham dengan kurs dolar AS, ia hanya bisa berharap supaya pemerintah dapat menstabilkan harga kedelai. “Saya kurang paham soal harga dolar dan , saya tahunya pemerintah tolong bisa memperhatikan harga kedelai. Bagi kami sebagai pengusaha tahu takwa, agar usahanya bisa lebih maju lagi. Semoga harga kedelai dapat stabil, terlepas dari nilai tukar terhadap dolar naik,” pungkas Budi.

Loading...