Jadi Media Dakwah Islam, Benarkah Pengobatan Ruqyah Tak Pasang Tarif?

Pengobatan Ruqyah - eksposkaltim.com

Selain metode secara , umat juga mengenal pengobatan dengan lainnya seperti bekam dan ruqyah. Ruqyah sendiri merupakan metode penyembuhan dengan cara membacakan ayat-ayat Alquran pada orang yang sakit secara fisik maupun rohani.

“Kalau sakit itu tidak usah bingung, karena kita sebagai umat Islam ada solusinya yaitu Ruqyah atau terapi Al-Quran,” kata Ketua Divisi dan Informasi Komunitas Peduli Ruqyah Syariah Indonesia, Abi Sudrajat.

Tak hanya sebagai sebuah langkah terapi pengobatan, ruqyah juga bisa menjadi untuk menyampaikan dakwah Islam, khususnya dakwah tauhid. “Memang tidak mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar untuk menghapus berbagai praktik dan bentuk kesyirikan. Oleh karenanya, kita semua harus merapatkan barisan, menyatukan langkah untuk menghapus, setidaknya meminimalisir praktik kesyirikan,” jelas Abi Sudrajat.

“Satu media dakwah tauhid adalah dengan menggunakan instrumen terapi ruqyah syar’iyyah, karena 90 persen yang mengalami gangguan nonmedis (gangguan jin) adalah mereka yang melakukan kesyirikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka substansi ruqyah syariah itu sesungguhnya adalah dakwah tauhid, selain tentu sebagai upaya pengobatan,” imbuhnya.

Terkait tarif atau ruqyah sendiri memang cukup bervariasi. Ada yang sampai menarik hingga jutaan , ada yang hanya meminta uang seikhlasnya, namun ada pula yang benar-benar tidak memungut apapun alias .

Para ulama sendiri sebenarnya sepakat mengizinkan para ahli ruqyah untuk mengambil upah dari mengobati dengan cara ruqyah syar’iyah. Hal ini juga sesuai dengan hadits Abu Said Al-Khudri yang meriwayatkan bahwa seorang ahli ruqyah diberi upah berupa seekor kambing setelah meruqyah sesorang.

Meski menarik tarif tertentu diperbolehkan dalam pengobatan ruqyah, namun para ulama menyarankan agar ruqyah tak dijadikan sarana komersial atau bisnis murni. Sebab ruqyah sendiri merupakan kebutuhan dari masyarakat banyak.

Loading...