Jadi Makanan Khas Bandung, Harga Tape Singkong Rp12 Ribuan per Kg

Harga, tape, tapai, singkong, per, kg, khas, Bandung, peuyeum, fermentasi, penjual, Cianjur, jalan, oleh, buah, tangan, makanan, bahan, baku, manis, asam, tekstur, wisata, ragi, lembek, petaniTape singkong makanan khas Bandung (sumber: Travelingyuk)

(tapai) adalah yang berasal dari hasil proses menggunakan ragi. Melalui proses fermentasi zat pati yang terdapat pada diubah menjadi gula, sehingga asli yang cenderung tawar berubah menjadi manis keasam-asaman dan tekstur yang semula keras berubah menjadi lebih lunak.

Tape singkong sudah banyak dikenal masyarakat. Biasanya orang lebih memilih tape singkong dengan tekstur agak padat, manis, dan tidak terlalu lembek. Tape singkong yang terlalu lembek biasanya terjadi karena tape disimpan terlalu lama di tempat yang suhunya tinggi, sementara rasa tape yang terlalu asam terjadi karena bahan baku singkong yang digunakan mutunya yang tidak bagus atau dipanen kurang dari tujuh bulan.

Bahan baku singkong dapat diperoleh langsung dari para petani singkong. Singkong dapat dibeli dari petani dengan yang murah. Penjualan tape singkong biasanya meningkat pada saat-saat tertentu seperti pada saat Ramadan, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Pada musim hujan penjualan tape singkong cenderung menurun.

Liburan akhir tahun ke , rasanya tak lengkap kalau tidak membawa tape singkong sebagai buah tangan. Ibaratnya, belum sah ke kalau belum beli peuyeum. Penganan khas warga itu memang banyak di setiap toko . Salah satunya di pusat yang berada di Jalan Raya Bandung-Cianjur.

Makanan yang berbahan baku dari singkong difermentasikan itu sudah dikenal sejak dulu. Bahkan ada anggapan, jika melancong ke Bandung, tak lengkap rasanya bila tidak membawa oleh-oleh peuyeum Bandung. Selain itu, harganya yang murah menjadikan makanan yang memiliki rasa manis, asam, dan empuk saat digigit ini, dicari oleh banyak orang. Terutama oleh warga yang sedang berwisata ke Bandung.

Peuyeum Bandung cocok sekali dihidangkan di waktu santai atau istirahat meskipun hanya ditemani secangkir teh hangat. Bisa juga diolah dengan tepung terigu layaknya pisang goreng. Peuyeum Bandung atau tape singkong banyak dijual hampir di sepanjang Jalan Bandung-Cianjur. Tepatnya di Jalan Padalarang – Cipatat – Raja Mandala, makanan yang satu ini banyak dijual.

Peuyeum-peuyeum tersebut diikat menggunakan tali bambu dan dipajang di dalam etalase kaca, jadi bagi Anda yang melintasi Jalan Bandung-Cianjur, pemandangan itu bakal banyak dijumpai. “Harga per kilonya Rp 12 ribu,” kata Intan (35) salah satu penjual peyeum dan oleh-oleh khas Bandung di sekitar Jalan Kecamatan Cipatat, dilansir Detik.

Intan mengungkapkan, jika musim libur panjang seperti ini, puluhan pedagang oleh-oleh khas Bandung itu akan kebanjiran pembeli. “Banyak, untuk peuyeum seharinya bisa habis 50 kg, kalau hari biasa hanya 15 kg,” ungkapnya.

Kemudian, salah satu pembeli asal Cianjur, Reni Anggraeni (45) mengatakan, ia kerap membeli oleh-oleh di jalan itu sepulang berwisata di wilayah Bandung. “Kan kalau ke Cianjur tidak ada jalan tol, jadi pulangnya harus jalan sini. Sekalian, sambil lewat sambil beli oleh-oleh buat keluarga, yaitu peuyeum Bandung,” ujarnya.

Loading...