Jadi Investor Grab, Honda Bidik Model Bisnis Baru di Asia Tenggara

TOKYO – Selasa (13/12) kemarin, platform pemesanan kendaraan di Tenggara, Grab, mengumumkan bahwa telah menjadi investor strategis di perusahaan tersebut. Keputusan Honda menjadi investor ini disebut sebagai upaya perusahaan tersebut untuk mengembangkan bisnis baru di pasar Asia Tenggara.

Honda, salah satu produsen sepeda motor terbesar di dunia, memang masih mendominasi pasar di kawasan . Tahun lalu, pabrikan asal Jepang ini menguasai 79 persen penjualan motor di Thailand, 70 persen penjualan di Vietnam, dan 69 persen penjualan di .

Namun, pada tahun ini, merosotnya penjualan sepeda motor Honda di pasar negara berkembang telah memicu kekhawatiran pabrikan tersebut, terutama di Indonesia dan India. Perusahaan pun berupaya membangun pasar baru dengan menggunakan informasi seperti data milik Grab untuk mengembangkan dan layanan baru. Hal ini juga akan menempatkan teknologi informasi untuk bekerja meringankan kemacetan perkotaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, jasa ojek online memang telah menjadi salah satu sarana utama di negara-negara ASEAN, mengingat lambatnya operasional angkutan umum. Grab, yang berbasis di Singapura, sendiri telah menyebar ke 34 kota di enam negara sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2012 lalu.

Honda sebenarnya bukan satu-satunya perusahaan yang memanfaatkan pasar negara berkembang. Sebelumnya, Uber Technologies telah meluncurkan layanan taksi online di Indonesia dan Thailand pada tahun ini. Di samping itu, Indonesia juga memiliki pemain utama di pasar ojek online, yaitu Go-Jek.

Loading...