Jadi Fitur Keamanan Kartu Kredit BCA, Jangan Sembarangan Tunjukkan CVV ke Orang Lain!

Kartu Kredit BCA - www.bca.co.idKartu Kredit BCA - www.bca.co.id

Card Verification Value (CVV) atau yang juga kerap disebut dengan nama Card Verification Code (CVC) adalah 3 digit angka terakhir yang letaknya berada di bagian belakang dan (credit card) jenis Visa, MasterCard, dan Discover. CVC merupakan sebutan untuk Master Card, sedang CVV biasanya dipakai di Visa. CVV sendiri menjadi keamanan pada yang telah dikembangkan sejak tahun 1997 silam oleh Master Card dan baru diikuti Visa tahun 2001. Saat ini CVV telah menjadi standar keamanan di seluruh dan sejumlah , termasuk BCA.

Dengan penggunaan CVV, bank penyedia kartu kredit akan lebih yakin jika kartu kredit sang telah digunakan oleh pemilih yang sah. Maklum saja hingga kini masih marak tindak kejahatan atau penipuan yang memanfaatkan CVV para kartu kredit, terutama saat berbelanja atau menggesek kartu di merchant.

Menurut General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Steve Marta, apabila data pada kartu kredit tersimpan pada merchant melalui penggesekan ganda atau double swipe, dan 3 digit CVV yang tercantum di sisi belakang kartu dicatat, maka bisa saja data tersebut digunakan untuk membuat kartu kredit palsu. “Jika data di credit card tersimpan oleh merchant melalui double swipe dan tahu CVV kita, baik dengan dipotret atau dicatat oleh oknum kasir nakal, mereka bisa membuat kartu palsu,” kata Steve, seperti dilansir Kumparan.

Jika salah satu oknum berhasil membuat CC palsu, maka kartu kredit yang digandakan tersebut bisa dipakai untuk di merchant online yang tak membutuhkan chip untuk bertransaksi. “Perlu diwaspadai karena sekarang banyak merchant online seperti e-commerce yang tidak perlu menggunakan chip untuk ,” tambah Steve.

Cara efektif untuk meminimalisir kemungkinan terjadi pembuatan kartu palsu adalah dengan menolak saat merchant hendak melakukan penggesekan kartu di mesin cash register. Apabila oknum tersebut mengetahui CVV kartu kredit milik nasabah tanpa mengetahui data yang terekam pada kartu, maka hal tersebut tidak dapat terjadi. “Pembuatan kartu palsu hanya bisa jika data kartu kredit tersimpan dan CVV juga diketahui,” bebernya.

Steve juga mengingatkan agar customer melaporkan pada (BI) jika ada merchant yang memaksa penggesekan ganda. Sebab praktik double swipe telah dilarang oleh BI lewat Peraturan nomor 18/40/PBI/2016. “Hampir semua kartu kredit sekarang menggunakan chip, jadi tidak perlu lagi melakukan double swipe. Laporkan saja, dan jangan transaksi lagi di situ,” tandasnya.

Loading...