Jadi Alternatif Pengganti Green House, Harga Paranet 1 Rol Mulai Rp1,3 Jutaan

Harga, paranet, 1, rol, ukuran, meter, intensitas, 75%, lebar, panjang, dijual, tanaman, tanah, green house, plastik, impor, lokal, tahan lama, pengerat, habitat, rumah kaca, aman, lahan, alternatif, rumah plastik, polinet, cahaya, matahari, jaring, agronet, multinet, populer, jenis, anggrek, mawar, tembakauParanet sebagai atap shading untuk tanaman (twitter: @tanijayaahi)

Jika Anda merupakan seorang penggiat , tentu sudah mengenal green house. Green house (rumah hijau atau rumah kaca) dibuat sebagai ‘rumah’ dengan membangun kondisi optimal yang dibutuhkan oleh untuk tumbuh. Suhu, kelembaban, intensitas cahaya, kadar asam dan lain sebagainya dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai habitat yang asli. Namun karena biaya yang mahal untuk membangun sebuah rumah kaca, ditemukan alternatif lain yaitu dengan rumah plastik karena plastik lebih dan mudah didapat.

Salah satu tipe rumah plastik pengganti green house yang lazim ditemui adalah shading house. Shading house atau rumah naungan mudah dibuat, tidak memiliki khusus, tidak memerlukan dinding dan yang pasti tidak membutuhkan biaya tinggi. untuk membuat shading house ini umumnya menggunakan net (jaring). Net memiliki beberapa nama dagang seperti paranet, agronet, multinet, polinet dan lain-lain. Paranet adalah nama dagang net yang paling populer.

paranet adalah sebagai bahan pembuat naungan. Beberapa jenis tanaman tertentu seperti mawar, anggrek, anyelir, tomat, lettuce, strawberry, dan sawi tidak menyukai cahaya matahari dengan intensitas yang tinggi. Penggunaan Paranet sebagai naungan dapat mengontrol jumlah intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan oleh tanaman.

Paranet umumnya terbuat dari bahan yang mengandung polietilen berbentuk anyaman jaring plastik. Bahan polietilen biasanya berasal dari nylon (senar) atau plastik. Namun ada beberapa Paranet yang terbuat dari tambang dan kawat. Bahan tambang dan kawat jarang diminati oleh penggiat tanaman, karena tambang memiliki jarak antar lubang yang lebar saat dianyam sedangkan kawat mudah berkarat.

Paranet dipasarkan dengan tingkat kerapatan anyaman yang berbeda. Kerapatan Paranet yang umum ditemukan antara lain 40%, 50%, 55% hingga 90%. Kerapatan Paranet yang ditandai dengan persentase menunjukkan kemampuan paranet untuk menahan intensitas cahaya matahari yang mengenai tanaman. Semakin besar persentase, semakin rapat anyaman Paranet. Jadi, jika Anda berencana membeli Paranet, cek intensitas cahaya tanaman Anda karena setiap tanaman memiliki kebutuhannya sendiri.

Sebagai contoh, tanaman anggrek Vanda yang membutuhkan intensitas cahaya optimal sekitar 20%-30% saja, maka Paranet yang dibutuhkan sebagai naungan adalah paranet 75%-90%. Paranet 75% menahan cahaya matahari sedemikian hingga cahaya yang diterima tanaman anggrek Vanda sekitar 25% saja. Untuk tanaman tembakau memerlukan paranet 30%-40% dan bibit membutuhkan paranet 60%-75%.

“Dengan kerapatannya, paranet bisa memecah butiran dan membagi kekuatan angin. Butiran yang jatuh memiliki tekanan tinggi, jika langsung mengenai tanaman atau tanah, maka tanah akan terkikis dan bisa merusak daun tanaman. Dengan paranet, akan dipecah menjadi butiran kecil dan menurunkan tekanannya, sehingga aman bagi tanaman maupun lahan,” demikian dilansir Agrobis77.

Paranet dengan variasi , tergantung asal produknya. Paranet lokal memiliki lebih murah daripada Paranet impor (umumnya dari Taiwan) namun Paranet impor lebih tahan lama dibandingkan Paranet lokal. Jika Paranet lokal hanya mampu bertahan selama 3 tahun, Paranet impor sanggup bertahan hingga 5 tahun.

Kisaran harga Paranet bergantung pada bahan, ukuran (lebar) dan kerapatan Paranet. Misalnya, 1 rol Paranet Intensitas 75% dengan lebar 3 meter dan panjang 100 meter biasanya dijual dengan harga kisaran Rp1,3 juta sampai Rp1,5 jutaan.

Loading...