Jadi Alternatif Kulit Sapi, Berapa Harga Jual Kerupuk Rambak Kambing di Pasaran?

Kerupuk Rambak - www.khasiat.co.id

Kerupuk rambak termasuk makanan yang kerap dinikmati sebagai pendamping nasi atau dimakan begitu saja sebagai cemilan. Kerupuk rambak biasanya dibuat dari mamalia seperti kerbau, sapi, atau kambing. Karena kerbau kini cukup sulit ditemui, beberapa pengrajin kerupuk rambak lebih membuat rambak dari kulit sapi yang lebih mudah didapat. Krupuk rambak dalam kondisi sudah digoreng atau masih mentah dengan yang variatif.

Kerupuk rambak biasanya dijual dalam bentuk potongan kotak-kotak kecil atau potongan memanjang. Harga kerupuk rambak mentah dijual sekitar Rp 135 ribu per kilogram (kg) dan lebih banyak yang menjual kerupuk rambak dari kulit sapi dibandingkan kulit kambing. Penjual krupuk rambak banyak tersebar di daerah-daerah seperti Mojokerto, Tulungagung, Boyolali, dan lain-lain.

Meski peminatnya cukup banyak, produksi kerupuk rambak pada musim hujan seperti saat ini biasanya akan mengalami penurunan. Hal ini dialami oleh para perajin kerupuk rambak di Magetan, Jawa Timur yang jumlah produksinya menurun hingga 50% akibat cuaca yang sering mendung dan hujan. Cuaca seperti saat ini dianggap menghambat proses pengeringan kulit sapi.

Menurut salah satu pengrajin kerupuk rambak di Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan bernama Sri, kondisi udara yang lembap ternyata mempengaruhi proses pengeringan kulit sehingga menjadi kurang maksimal. “Setelah direbus selama sekitar satu jam, kulit sapi harus segera dikeringkan di bawah sinar matahari langsung, sehingga membutuhkan cuaca yang panas,” ucap Sri, seperti dilansir Antara.

“Pada saat cuaca normal, biasanya bisa memproduksi satu kuintal kerupuk rambak mentah per minggu. Namun pada musim penghujan seperti sekarang ini, kira-kira tinggal separuhnya. Sering dalam beberapa hari, bahkan pernah sampai selama seminggu sama sekali tidak berproduksi,” imbuh Sri.

Lebih lanjut Sri memaparkan jika proses produksi kerupuk rambak di Magetan sama sekali tidak mengalami kendala dari segi ketersediaan baku dan pemasaran. Pasalnya industri yang ia kelola berada di sekitar Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan. “ baku kerupuk berasal dari bagian kulit sapi yang tidak bisa dipergunakan untuk tas maupun sepatu, di Magetan mudah didapat. Pemasaran kerupuk rambak pun gampang. Jadi kendalanya saat ini hanya cuaca,” tandasnya.

kerupuk rambak sendiri dibeli dengan harga berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu tergantung kulit. Kemudian hasil produksinya dijual dengan harga Rp 120 ribu per kilogram ke lokal dan ada pula yang dikirim ke Jepara, Jawa Tengah.

Loading...