Jadi Alternatif Aset Safe Haven, Harga Bitcoin Meroket Hingga Lebih dari $ 1.900

Bitcoin

Bitcoin kembali memecahkan rekor terbaru. Pada akhir Jumat (19/5) kemarin, Bitcoin hampir menembus 2.000, tepatnya berada di level 1.955,92 berdasar Indeks Bitcoin CoinDesk. Namun transaksi menurun ke posisi USD 1.911,79 atau sekitar Rp 25,5 juta pada pukul 01.45 WIB.

Tren Bitcoin terus mengalami kenaikan selama beberapa bulan terakhir karena arus transaksi bitcoin kini terus meluas. Kapitalisasi total aset mata uang digital ini telah mencapai rekor USD 67,5 miliar. Menurut pakar Bitcoin, pertumbuhan Bitcoin terus berkembang karena para tengah dalam upaya untuk mencari aset safe haven. Selain itu peningkatan minat dari kawasan juga ikut mendorong penguatan Bitcoin.

Jatuhnya saham utama selama beberapa hari belakangan ini disebabkan oleh beberapa skandal yang dialami oleh negara Amerika Serikat. S&P 500 mengalami hari terburuk sejak September karena meningkatnya kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump kemungkinan gagal melaksanakan janji reformasi dan berbagai janji kampanyenya. Ditambah lagi aksi Trump yang meminta mantan Direktur FBI James Comey untuk menghentikan penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn juga makin membuat investor khawatir.

Beberapa pihak meragukan aset volatil seperti Bitcoin yang kini telah berhasil mendapat reputasi sebagai ‘safe haven’. Namun beberapa ahli percaya jika mata uang digital mampu menantang sebagai sebuah aset penyimpanan yang aman di tengah kondisi yang tak menentu ini. Harga sendiri juga naik hampir 2% dalam sepekan terakhir.

Sementara itu Bitcoin kini juga semakin ramai diperbincangkan karena serangan ransomware WannaCry di 99 negara termasuk Indonesia meminta tebusan pada pemilik komputer yang telah terinfeksi untuk mentransfer USD 600 dalam bentuk bitcoin. Rupanya ada alasan khusus mengapa para hacker meminta bitcoin sebagai alat pembayaran tebusan.

“Karena memang alat tukar dengan terbaik saat ini untuk pembayaran di yang perlu lintas benua adalah teknologi blockchain yaitu Bitcoin,” ujar Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia. Teknologi blockchain yang diusung Bitcoin ini juga bersifat cross border, atau dapat digunakan lintas negara.

Loading...