Jadi Alat Penting Dalam Pembuatan Stempel, Berapa Harga Gagang Emboss Portable?

Harga, gagang, stempel, Emboss, portable, pocket, di, pasaran, alat, usaha, bisnis, manual, komputer, ukuran, akrilik, warna, murah, software, desain, kesulitan, karet, flash, laba, pegawai, runaflek, peralatan, bantalan, tinta, pembuat, cuan, keuntungan, awal, modal, jual, pembuatanAlat stempel emboss dan penggunaannya (sumber: Bukalapak)

Usaha stempel memang bukan usaha baru. Namun demikian, kendati tergolong usaha lama tidak banyak yang tertarik menggeluti usaha ini karena anggapan cuan atau keuntungan dari ini kurang menjanjikan. Namun siapa sangka jika ‘cerdik’ melakoninya, ini ternyata cukup menguntungkan.

Salah satu pelaku usaha stempel di kawasan Jalan Banceuy Kota Bandung, Joni yang berusia kurang lebih 55 tahun, telah menggeluti bisnis stempel ini puluhan tahun. Joni atau lebih dikenal dengan Joni Stempel, mengakui apabila usaha ini cukup menguntungkan. Dari dapur produksi yang sangat sederhana, Joni Stempel menghidupi anak istrinya. “Yang penting masih bisa makan, dan anak-anak saya bisa sekolah sampai ke perguruan tinggi,” katanya kepada Tagar.id.  

Joni bercerita, usahanya ini dirintis sudah lama atau bisa dihitung sudah berjalan 20 tahun. Usaha ini diawali oleh ketidaksengajaan dirinya atau awalnya hanya mencoba-coba karena waktu itu dirinya sulit mencari kerja. Awal dirintisnya usaha stempel ini diakuinya dimulai sekitar tahun 90-an dengan modal kurang lebih Rp15 juta dan satu kendaraan operasional mobil jenis Carry lama yang dijadikan berjalan.

Modal sebesar Rp15 juta ini dia pergunakan untuk usahanya salah satunya, karet stempel, tinta stempel dan lainnya. Seiring dengan waktu, produksi yang digunakan pun terus berubah mengikuti kemajuan zaman. Apabila di awal rintisan usahanya belum menggunakan komputer, kini Joni menggunakan komputer untuk mempercepat pembuatan stempel guna pemindahan desain asli ke cetak stempel. “Dulu, awal mula usaha ini tak pakai komputer, tetapi biar cepat pakai komputer dan pakai software yang untuk desain itu,” kata Joni.

Joni menjelaskan, alat-alat usaha ini memang beragam, ada yang masih manual (tanpa komputer) dan yang otomatis (menggunakan komputer). Penggunaan komputer ini tentunya akan mempengaruhi lama waktu pembuatan dan khususnya akan mempengaruhi harga jual stempel tersebut.

“Kalau pakai komputer itu cepat dan biasanya harga justru bisa sedikit murah dibandingkan yang manual, yang pembuatannya lama dan biasanya harga gak mau diturunkan si pembuat stempel,” jelasnya.

Peralatan yang biasa digunakan beragam, pertama untuk membuat stempel runaflek atau stempel biasa yang biasanya satu dengan menggunakan bantalan tinta antara lain mesin stempel runaflek, stempel runaflek, karet stempel runaflek, karet runaflek, gagang stempel akrilik, kepala gagang sampai gagang stempel kayu dengan berbagai ukuran.

Sedangkan stempel warna, biasanya alat-alat yang digunakan yaitu, mesin stempel warna, pemotong karet flash, gagang stempel flash, tinta, kalkir dan mika, double tape dan-lain. Alat-alat yang digunakan tentunya sangat mempengaruhi harga, ditambah dengan kesulitan desain stempel ikut mempengaruhi harga. “Kalau yang stempel biasa itu harganya sangat murah. Biasanya ditawarkan Rp 70 bisa jatuh di harga Rp 40 ribu,” terangnya.

Berbeda dengan stempel warna yang lebih mahal, biasanya harga jual Rp150 ribu dan masih bisa ditawar tetapi paling jatuh di harga Rp75 sampai Rp80 ribu saja. Jika ditawar dengan harga lebih murah, pembuat stempel dipastikan akan menolak karena laba yang didapatkan sangat kecil, apalagi jika sudah punya pegawai yang tugasnya mendesain.

Nah, di pasaran sendiri sebenarnya juga sudah banyak alat atau gagang stempel yang tersedia. Salah satunya adalah merek Emboss. Untuk merek Emboss, menyediakan beberapa jenis gagang stempel, mulai dari Emboss Pocket hingga Emboss Portable. Untuk Emboss Portable biasanya dijual dengan harga kisaran Rp185 ribu.

Loading...