Isu Rudal Korut Pukul Dolar, Rupiah Rebound di Akhir Dagang

rupiah menguat

Isu geopolitik mengenai peluncuran rudal balistik terbaru Korea Utara membuat indeks melemah dan dimanfaatkan dengan baik oleh rupiah untuk berbalik menguat. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.54 WIB, Garuda mengakhiri Selasa (4/7) ini dengan penguatan tipis sebesar 4 poin atau 0,03% ke level Ro13.364 per dolar AS.

Rupiah sempat bergerak lesu di awal dagang dengan dibuka melorot 31 poin atau 0,23% ke posisi Rp13.399 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.378 per dolar AS. Namun, jelang penutupan atau pukul 15.31 WIB, spot mampu rebound dengan menguat 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.363 per dolar AS.

Dari , pergerakan indeks dolar AS cenderung melemah seiring kinerja yen Jepang yang menguat menyusul kabar peluncuran rudal balistik terbaru oleh Korea Utara. Setelah dibuka dengan pelemahan sebesar 0,085 poin atau 0,09% ke posisi 96,133, mata uang Paman Sam kembali turun 0,069 poin atau 0,07% ke level 96,149 pada pukul 09.32 WIB.

Diberitakan Bloomberg, Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik pada pagi tadi. Jepang menyatakan bahwa rudal itu kemungkinan telah jatuh ke dalam perairan di zona ekonomi tersebut. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan bahwa rudal itu ditembakkan dari pantai barat Korea Utara dan mengudara selama sekitar 40 menit.

Daya tarik yen Jepang sebagai aset safe haven pun meningkat karena diuntungkan dari adanya penghindaran risiko dalam pasar di tengah peristiwa geopolitik tersebut. Pada perdagangan pagi tadi, mata uang Negara Matahari Terbit menguat 0,14 poin atau 0,12% ke level 113,24 yen per dolar AS setelah sebelumnya berakhir drop 0,90% di posisi 113,38 yen per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi mematok tengah berada di level Rp13.386 per dolar AS, terjun bebas 61 poin atau 0,46% dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.325 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia justru bergerak menguat terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi dialami peso Filipina sebesar 0,29% dan yen Jepang sebesar 0,17%.

Loading...