Dibayangi Isu Reshuffle Kabinet, Rupiah Tetap Berakhir Positif

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (6/7) sore - investor.id

JAKARTA – Setelah bergerak fluktuatif, ternyata mampu menutup perdagangan Senin (6/7) sore di area hijau, ketika isu reshuffle kabinet kian berembus kencang. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda menguat 33 poin atau 0,29% ke level Rp14.490 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.547 per , menguat 19 poin atau 0,13% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.566 per . Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang juga mengungguli greenback, seperti dolar Taiwan, dolar Singapura, dan peso Filipina.

“Pelemahan rupiah belakangan ini masih dibayangi oleh kekhawatiran pasar terhadap penambahan kasus positif COVID-19 yang tidak kunjung reda,” tutur Direktur Utama TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Presiden Joko Widodo kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kurang populer. Kebijakan tersebut bisa saja berupa pergantian/reshuffle para pembantunya berupa lembaga-lembaga yang kurang produktif atau merombak kabinet.”

Dari pasar , indeks dolar tidak berdaya terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Senin, di tengah penantian investor akan data sektor jasa AS yang diharapkan berhenti berkontraksi, sehingga memberikan optimisme lebih lanjut untuk pemulihan ekonomi dari pandemi . Mata uang Paman Sam melemah 0,245 poin atau 0,25% ke level 96,926 pada pukul 15.08 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, indeks Institute for Supply Management (ISM) untuk aktivitas non-manufaktur yang dijadwalkan rilis hari ini waktu setempat diperkirakan akan naik menjadi 50,0 sepanjang Juni 2020, dari 45,4 pada bulan sebelumnya, mengindikasikan aktivitas berhenti menyusut. Greenback sendiri telah terkunci ke dalam kisaran perdagangan sempit karena kekhawatiran tentang kebangkitan infeksi coronavirus mengimbangi meningkatnya optimisme tentang ekonomi.

“Ketika berbicara tentang dolar AS terhadap yen, harapan pemulihan mendukung greenback, tetapi kekhawatiran tentang virus membatasi sisi positif,” kata kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Pasar difokuskan pada pasangan mata uang lainnya, seperti dolar Australia, yang masih dalam tren naik yang jelas terhadap dolar AS karena kenaikan tembaga.”

Loading...