Resesi Ancam Indonesia, Rupiah Berakhir Menguat Tipis

Rupiah - jateng.tribunnews.comRupiah - jateng.tribunnews.com

JAKARTA – Setelah tertahan di zona merah sepanjang sesi, ternyata mampu menyudahi perdagangan Selasa (4/8) di area hijau ketika isu resesi ekonomi terus bertiup kencang, memberikan sentimen negatif terhadap pasar. Menurut laporan Index pada pukul 14.57 WIB, Garuda berakhir menguat tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.625 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Indonesia pagi tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.697 per dolar AS, terdepresiasi 16 poin atau 0,11% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.713 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, sejumlah mata uang Asia juga tidak berdaya melawan , termasuk peso Filipina, yen Jepang, dan rupee India.

Rupiah bergerak menjelang rilis laporan data ekonomi Indonesia kuartal II 2020 yang menurut rencana akan dibacakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada esok hari (5/8). Sejumlah ekonom memprediksi penurunan ekonomi akan semakin dalam, menyusul jebloknya seluruh komponen yang menjadi penopang produk domestik bruto (PDB). Secara konsensus, ekonomi Indonesia diprediksi terkontraksi 4,7%.

Dari pasar , rebound yang dialami dolar AS harus berhenti pada hari Selasa, karena investor menindaklanjuti kemajuan yang lambat menuju paket pengeluaran AS dan meningkatnya angka korban jiwa akibat infeksi virus corona. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,199 poin atau 0,21% ke level 93,343 pada pukul 15.04 WIB.

“Pada titik ini, pertanyaan yang dihadapi pasar adalah apakah ini hanya koreksi atau dolar AS membuat pengembalian yang tepat?” catat analis di ANZ Bank, dilansir Reuters. “Manufaktur yang lebih baik dan pasar ekuitas yang kuat adalah dukungan yang layak. Namun, bertentangan dengan kasus virus yang masih meningkat pesat, likuiditas berlimpah dan harga komoditas rebound.”

Presiden Fed Chicago, Charles Evans, mengulangi pernyataan semalam bahwa bantuan berikutnya untuk ekonomi AS yang dilanda COVID-19 harus berasal dari kebijakan fiskal. Perwakilan terkemuka Demokrat di Kongres dan negosiator Gedung Putih kemarin (3/8) mengatakan bahwa mereka telah membuat kemajuan dalam pembicaraan tentang RUU bantuan coronavirus terbaru, meskipun tunjangan pengangguran 600 dolar AS per minggu tetap menjadi topik yang sulit.

Loading...