Isu Politik Tekan Dolar, Rupiah Gagal Menguat di Rabu Sore

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – Rupiah tidak mampu memanfaatkan kondisi pelemahan dolar untuk bergerak naik pada Rabu (26/12) sore, ketika kurs cenderung . Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.43 WIB, mata uang Garuda terpantau melemah 24 poin atau 0,17% menuju level Rp14.577 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.602 per dolar AS, melorot 122 poin atau 0,84% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.480 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed melawan , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,26% dialami rupee India dan pelemahan terdalam sebesar 0,34% menghampiri rupiah.

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya cenderung bergerak lebih rendah pada hari Rabu, terbebani serangkaian isu politik di Negeri Paman Sam, termasuk kemungkinan government shutdown parsial dan tensi Gedung Putih-The Fed. Mata uang greenback terpantau melemah 0,041 poin atau 0,04% menuju level 96,540 pada pukul 11.09 WIB, meski merambat naik menjelang sore.

Seperti diberitakan Reuters, kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi AS dan global telah mengirim imbal hasil Treasury 10-tahun turun sekitar 25 basis poin pada bulan Desember 2018, menambah tekanan bagi greenback. Sebelumnya, dolar AS telah berjuang untuk menghilangkan rentetan bearish, mulai prospek kenaikan suku bunga The Fed dan kejatuhan harga minyak dunia.

“Pertumbuhan moderat AS dan ketegangan politik negatif untuk dolar AS dan kami memperkirakan dolar AS akan melanjutkan pelemahan,” tutur ahli strategi mata uang di Bank of Singapore, Sim Moh Siong. “Saya memperkirakan, pemenang terbesar dari penghindaran aset berisiko global adalah yen Jepang.”

Penutupan sebagian pemerintah AS juga menambah kekhawatiran investor tentang pertumbuhan dan ketidakpastian politik di negara tersebut. Senat AS tidak dapat memecahkan kebuntuan atas permintaan Donald Trump terkait pendanaan untuk tembok di perbatasan dengan Meksiko. Seorang pejabat senior mengatakan penutupan ini dapat berlanjut hingga 3 Januari 2019.

Loading...