Isu Laut China Selatan, Indonesia Tingkatkan Kerjasama Maritim dengan Jepang

TOKYO – berharap dapat mempererat dengan di bidang maritim, temasuk keamanan dan sumber daya kelautan. Hal ini imbas dari meningkatnya ketegangan dengan terkait ilegal fishing yang terjadi di kawasan Selatan, terutama di Kepulauan Natuna.

“Tujuan saya adalah untuk menjalin kerjasama, seperti gas dan minyak bumi, serta keamanan pantai,” jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan. “Kami mendorong Jepang untuk berinvestasi dalam pengembangan minyak dan gas alam serta keamanan maritim untuk menindak ilegal fishing.”

Dicontohkan Luhut, meski Kepulauan Natuna menawarkan kelimpahan sumber daya perikanan, namun nelayan di kawasan tersebut masih beroperasi dalam skala kecil. Jadi, negara berencana membangun gudang pendingin yang dapat menyimpan ribuan ton ikan. “Indonesia bakal bekerjasama dengan Jepang di pengalengan dan pengolahan,” sambungnya.

Sementara, di sektor keamanan, dengan kapal nelayan China yang semakin intens beroperasi di sekitar Kepulauan Natuna, Indonesia melihat kebutuhan untuk mempertahankan wilayah menjadi sesuatu yang sangat penting. Untuk itu, Luhut pun berencana meminta penjaga pantai Jepang untuk melatih penjaga pantai lokal. “Kami berharap bisa segera membicarakan kerjasama ini ke jenjang yang lebih spesifik dan serius,” tambah Luhut.

“Meski demikian, kami sebenarnya tidak merasa menghadapi sengketa dengan China atas Laut China Selatan,” timpal Luhut. “Kerjasama kami dengan China masih baik-baik saja.”

Sebelumnya, Indonesia telah mengajak Negeri Tirai Bambu untuk menggarap kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Namun, Indonesia masih memprioritaskan dari Jepang untuk proyek kereta api cepat yang rencananya bakal menghubungkan Jakarta dengan Surabaya. “Proyek ini baik untuk kita,” tutup Luhut.

Loading...