Isu HTI, Harga Kertas HVS Alami Kenaikan Signifikan di Tahun 2018?

Kertas HVS - newatlas.comKertas HVS - newatlas.com

PEKANBARU – kecil dan menengah yang berhubungan dengan kertas HVS, seperti usaha percetakan dan fotokopi, siap-siap menaikkan atau mereka. Pasalnya, sejak akhir tahun 2017 lalu, harga kertas HVS telah mengalami kenaikan gila-gilaan, yang bisa berlanjut hingga tahun 2018 ini, salah satunya karena polemik tentang hutan tanaman (HTI) antara pemerintah dengan raksasa kertas di Indonesia.

Seperti dilaporkan Riau News, kekhawatiran sejumlah pengusaha kelas menengah akan naiknya harga kertas telah menjadi kenyataan. Hal tersebut bermula dari adanya pelarangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk penanaman kembali hutan tanaman industri (HTI) oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan salah satu dari dua raksasa produsen kertas di Tanah Air.

“Sudah dua minggu harga kertas naik gila-gilaan. Jika sebelumnya kertas HVS hanya naik Rp3.000 sampai Rp5.000 per dus, kini mencapai Rp30.000. Rata-rata untuk semua merek, baik yang diproduksi oleh RAPP maupun Indah Kiat (IKPP),” kata Afrison, salah satu pengusaha fotokopi di Jalan Cipta Karya, Pekanbaru, akhir tahun lalu. “Dampaknya, saya terpaksa menaikkan harga fotokopi ke konsumen.”

Di pasaran, harga satu dus (5 rim) kertas HVS merek Paperone kini berada di kisaran Rp200 ribu untuk A4 70 GSM, Rp225,5 ribuan untuk F4 70 GSM, Rp225,5 ribuan untuk A4 80 GSM, Rp252,5 ribuan untuk F4 80 GSM, Rp398,8 ribuan untuk A3 70 GSM, dan Rp432 ribuan untuk A3 80 GSM. Sementara, kertas HVS merek Sinar Dunia sekarang dilepas di kisaran harga Rp200 ribuan sampai Rp252 ribuan per dus, tergantung ukurannya.

Untuk fotokopi, harga kertas HVS PP Lite dari Paperone saat ini berada di kisaran Rp195 ribuan per dus untuk ukuran A4 70 GSM dan Rp219 ribuan per dus untuk ukuran F4 70 GSM. Sementara, harga kertas copy dari Sinar Dunia sekitar Rp195 ribuan per dus untuk ukuran A4 70 GSM dan Rp219 ribuan per dus untuk ukuran F4 70 GSM.

Loading...