Isu Government Shutdown KO Dolar, Rupiah Perkasa di Akhir Pekan

Kekhawatiran mengenai kemungkinan government shutdown menekan gerak indeks AS, sehingga membuat mayoritas mata uang Asia melenggang mulus di zona hijau sepanjang Jumat (19/1) ini, tidak terkecuali rupiah. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI mampu menyelesaikan akhir pekan dengan penguatan sebesar 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.316 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup menguat 12 poin atau 0,09% di posisi Rp13.347 per dolar AS pada akhir Kamis (18/1) kemarin. Tren positif mata uang Garuda berlanjut tadi pagi dengan naik 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.340 per dolar AS ketika membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis bergulir nyaman di teritori hijau, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS kembali mengalami tren pelemahan menyusul kekhawatiran kemungkinan government shutdown, yang membuat para investor beralih ke mata uang seperti euro, yen, dan pound sterling. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau mengalami depresiasi sebesar 0,03% menuju level 90,511 pada akhir perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat pagi WIB.

Reuters melaporkan, investor saat ini memang tengah mencermati perkembangan adanya kemungkinan penghentian aktivitas pemerintah AS (government shutdown), mengingat Kongres AS harus meloloskan RUU anggaran dan belanja negara tersebut paling lambat Jumat waktu setempat. Pemungutan suara DPR atas penyaluran dana diharapkan bisa dilakukan pada hari ini setelah pukul 19.30 waktu GMT.

“Jika sebuah kesepakatan untuk mendanai operasi pemerintah, bahkan yang sementara, tidak tercapai pada batas waktu Jumat, itu akan menambah iklim yang sudah negatif bagi ,” kata managing director strategi FX di BK Asset Management di New York, Boris Schlossberg. “Politik telah menyabotase dan kita akan melihat tekanan lebih lanjut terhadap dolar AS jika tidak ada kesepakatan.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.331 per dolar AS, mengalami apresiasi sebesar 34 poin atau 0,25% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.365 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,60% menghampiri dolar Taiwan, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,51%.

Loading...