Isu Geopolitik Timur Tengah Memanas, Rupiah Naik Tipis 1 Poin di Pembukaan

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

Jakarta – Mengawali perdagangan pagi hari ini, Kamis (12/4), dibuka naik tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 13.758 per dolar AS. Sebelumnya, Rabu (11/4), mata uang Garuda ditutup terdepresiasi 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp 13.759 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB, USD turun sebesar 0,02 persen menjadi 89,569 karena meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pada Rabu pagi Amerika Serikat Donald Trump menuliskan cuitan di akun Twitternya bahwa Rusia harus bersiap untuk serangan rudal terhadap Suriah. Menurut para analis, tweet Donald Trump ini akhirnya justru membuat para tertarik untuk mengalihkan hartanya terhadap aset safe haven.

Dari sektor , Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa AS mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 10 bulan pada Maret 2018. Indeks Konsumen (CPI) untuk Semua Konsumen Perkotaan melemah 0,1 persen bulan Maret 2018 berdasarkan basis yang disesuaikan secara musiman setelah naik 0,2 persen pada Februari 2018. Indeks semua item dikurangi makanan dan energi mengalami kenaikan 2,1 persen pada Maret secara tahunan, sesuai dengan prediksi .

Meski saat ini posisi dolar AS sedang melemah, gerak rupiah justru cenderung stabil. “Pernyataan Presiden China membawa katalis positif bagi pasar keuangan , sayangnya tidak berdampak banyak ke rupiah yang kini belum menunjukkan pergerakan signifikan, masih di rentang yang sama sejak dua bulan lalu,” kata Analis Kapital Investama Nizar Hilmy, seperti dilansir Kontan.

Nizar juga mengatakan bahwa intervensi (BI) turut berperan untuk menjaga gerak rupiah di pasar spot. Akan tetapi di sisi lain rupiah masih belum menemukan sentimen positif yang dapat membuatnya melanjutkan penguatan yang lebih signifikan. “Meski besok (hari ini) hasil dan inflasi AS dirilis positif, rupiah juga tidak akan turun tajam,” ungkapnya.

Loading...