Isu Brexit Tekan Dolar, Rupiah Berakhir Menguat 0,30%

Rupiah - ekbis.co.idRupiah - ekbis.co.id

Rupiah berhasil mengamankan posisinya di area hijau pada penutupan Kamis (6/9) ini, memanfaatkan pelemahan yang dialami AS karena tertekan isu seputar Brexit. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir menguat 45 poin atau 0,30% menuju level Rp14.893 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.891 per dolar AS, menguat 36 poin atau 0,24% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.927 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia justru tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,48% dialami peso Filipina.

Dari , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Kamis, karena kenaikan yang menghampiri mata uang Benua Eropa, yang dipimpin oleh pound sterling. Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi 0,108 poin atau 0,11% ke level 95,076 pada pukul 11.12 WIB, setelah kemarin sudah berakhir drop 0,255 poin atau 0,27%.

Seperti dilansir Reuters, katalis di balik kejatuhan dolar AS adalah pound sterling yang melonjak setelah Inggris dan Jerman dikabarkan telah mengabaikan tuntutan penting Brexit, yang berpotensi meringankan jalan bagi kesepakatan pemisahan. Pound sterling sempat menguat 0,4% menuju level 1,2905 per dolar AS, sedangkan euro 0,39% lebih tinggi menuju posisi 1,1626 terhadap greenback.

“Dolar AS terus menghadapi tekanan sisa dari penguatan pound sterling di tengah spekulasi terbaru mengenai Brexit,” tutur manajer umum di Gaitame.com Research, Takuya Kanda. “Namun, berapa lama tren ini bisa bertahan, masih harus dilihat. Tetapi, itu mendorong untuk membeli kembali mata uang Eropa lainnya, seperti euro dan franc Swiss.”

Meski mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir, namun indeks dolar AS diyakini akan segera bangkit karena investor masih setia terhadap greenback sebagai aset safe haven di tengah pelemahan yang dialami mata uang emerging market. Mata uang berkembang sendiri masih dihantui kekhawatiran bahwa konflik perdagangan global akan berdampak negatif pada berorientasi ekspor mereka.

Loading...