Isu Brexit KO Dolar, Rupiah Perkasa di Akhir Dagang

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

JAKARTA – Rupiah mampu bergerak ke area hijau pada Kamis (1/11) ini, memanfaatkan pelemahan yang dialami AS menyusul terbaru yang menyebutkan bahwa Inggris dan telah mencapai kesepakatan Brexit. Berdasarkan paparan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda terpantau melonjak 75 poin atau 0,49% ke level Rp15.128 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.195 per dolar AS, menguat 32 poin atau 0,21% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.227 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia unggul atas , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,23% menghampiri dolar Singapura.

Dari , indeks dolar AS cenderung tertekan pada perdagangan Kamis, ketika pound sterling relatif bersinar menyusul kabar terbaru bahwa Perdana Menteri Inggris, Theresa May, telah mencapai kesepakatan dengan Brussels terkait rencana Brexit. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,306 poin atau 0,32% ke level 96,821 pada pukul 11.30 WIB, sedangkan pound sterling naik 0,67% pada pukul 10.54 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, penguatan mata uang pound sterling membuat dolar AS terkoreksi menyusul laporan oleh Times of London bahwa Perdana Menteri May sudah mencapai kesepakatan dengan Brussels mengenai layanan finansial. Hal tersebut bakal memberikan jasa keuangan Inggris akses yang berkelanjutan ke pasar Eropa selepas Brexit.

“Kabar terbaru ini sebenarnya masih sulit untuk menentukan arah pergerakan pound sterling, karena baik nada optimistis maupun pesimis masih terus mengalir beriringan,” tutur ahli strategi mata uang di Bank of Singapore, Sim Moh Siong. “Namun, saya berharap kesepakatan segera tercapai sebelum KTT Uni Eropa pada bulan Desember mendatang.”

Saat ini, pasar global tengah menantikan keputusan kebijakan moneter Bank of England yang bakal diumumkan hari ini waktu setempat. Menurut jajak pendapat Reuters, ekonom memperkirakan sembilan komite kebijakan moneter Bank of England akan memilih suara bulat untuk mempertahankan suku bunga, dan rata-rata tidak melihat kenaikan sampai bulan Mei.

Loading...