Isu Brexit Kembali Mencuat, Rupiah Dibuka Melemah 16 Poin

bisnis.liputan6.com

Jakarta – Pada pagi hari ini, Rabu (5/10), membuka dengan pelemahan 16 poin atu 0,12 persen ke level Rp 12.994 per AS. Sebelumnya, ditutup menguat 5 poin atau 0,04 persen ke Rp 12.978 per dolar AS.

Kemarin di pasar spot exchange dipengaruhi oleh rilis indeks manufaktur AS yang meningkat lebih dari perkiraan, sehingga para investor menaruh harapan besar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini.

Usai ekspektasi Fed Rate yang meningkat, rupiah juga turut tergencet oleh isu Brexit. dikabarkan akan melakukan mandat referendum yang menginginkan ini ke luar dari wilayah Eropa mulai bulan Maret 2017 mendatang.

Bahana Securities memprediksi bahwa dalam perdagangan hari ini pergerakan rupiah berkisar sekitar Rp 12.900 hingga Rp 13.100. Analis Teknikal Bahana Securities, Muhammad Wafi menuturkan jika rupiah berpeluang untuk menguat. “Rupiah hari ini cenderung menguat,” ujar Muhammad Wafi.

Sementara itu Research and Analyst PT Monex Investindo, Yulia Safrina mengungkapkan bahwa sentimen dari sisi dolar AS cukup positif usai data manufaktur AS bulan September ke level 51,5 dari sebelumnya, yakni 49,4. “Data AS tersebut membuat penguatan rupiah cukup terbatas,” kata Yulia Safrina.

Sedangkan pergerakan rupiah pada Rabu (5/10) masih minim sentimen, baik dari sisi domestik maupun global. Data AS dari sektor ADP Non-Farm Employment Change sendiri baru akan dilaporkan pada Rabu malam.

Dari faktor domestik, rupiah masih menanti data tingkat keyakinan konsumen yang akan dirilis pada hari Kamis (6/10) besok dan pada akhir pekan. Walau demikian, Yulia juga sependapat bahwa rupiah berpeluang untuk menguat meski geraknya terbatas.

Loading...