Israel Izinkan Ekspor Gaza, Cuma untuk Memeras Hamas?

Israel telah melonggarkan beberapa pembatasan ekspor komersial dari Gaza - www.bbc.comIsrael telah melonggarkan beberapa pembatasan ekspor komersial dari Gaza - www.bbc.com

GAZA – telah melonggarkan beberapa pembatasan ekspor komersial dari Gaza yang dalam apa yang disebutnya tindakan ‘bersyarat’, satu bulan setelah gencatan yang mengakhiri 11 hari dengan Hamas. Namun, pihak Hamas mengatakan pencabutan beberapa pembatasan tidak cukup, menuding Tel Aviv menggunakan ekspor Gaza hanya untuk memeras kantongnya.

“Setelah evaluasi , keputusan telah dibuat untuk pertama kalinya sejak akhir (pertempuran) untuk memungkinkan ekspor terbatas dari Jalur Gaza,” kata COGAT, cabang Kementerian Pertahanan Israel, dikutip dari TRT World. “Tindakan itu disetujui oleh pemerintahan Perdana Menteri Naftali Bennett dan bersyarat untuk stabilitas keamanan.”

Pembatasan Israel sebelumnya diintensifkan selama pertempuran pada bulan Mei kemarin, yang secara efektif menghentikan semua ekspor. Dengan sebagian besar gencatan senjata yang dimediasi Mesir, Israel kemudian memutuskan beberapa ekspor diizinkan keluar melalui wilayahnya pada Senin (21/6) pagi waktu setempat. Meski demikian, mereka terus mengontrol ketat penyeberangan Gaza, dengan dukungan dari Mesir.

Namun, pemimpin Hamas di Gaza, Yahya al Sinwar, mengatakan bahwa blokade Israel selama bertahun-tahun di Palestina tidak membantu dalam ‘krisis kemanusiaan di Gaza’. Menurutnya, Israel masih melanjutkan kebijakannya terhadap rakyat dan tahanan mereka. Sinwar juga menuduh Israel menahan bantuan dari Qatar. “Tampaknya pendudukan (Israel) tidak memahami pesan kami, dan bahwa kami mungkin perlu melakukan perlawanan rakyat untuk menekan pendudukan,” tegas Sinwar.

Seorang reporter kantor berita AFP kemarin melihat truk-truk bermuatan kain melewati persimpangan Kerem Shalom, sedangkan orang-orang Palestina di Gaza melaporkan bahwa beberapa surat juga telah diizinkan masuk. Sebelumnya, pembatasan ekstra sejak kekerasan bulan lalu membuat para petani Gaza tidak dapat mengekspor barang, menciptakan kelebihan produksi seperti tomat dan stroberi, yang akhirnya menyebabkan jatuh.

Saleh al Zaq, kepala komite urusan sipil yang mengontrol perbatasan, mengatakan bahwa Israel telah memberitahunya bahwa surat akan diizinkan masuk dan keluar dari daerah kantong, tetapi COGAT tidak mengonfirmasi pengumuman tersebut. Pembekuan surat selama enam minggu sebelumnya berdampak pada ribuan Palestina, termasuk banyak yang telah menunggu paspor mereka dikeluarkan di Ramallah, pusat Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Israel melonggarkan pembatasan di tengah gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku 21 Mei lalu, mengakhiri perang paling berdarah antara Israel dan Gaza sejak 2014. Serangan Israel kala itu menewaskan 260 warga Palestina, menurut otoritas Gaza. Sementara, di pihak Israel, 13 orang dilaporkan tewas, termasuk seorang tentara, oleh roket yang ditembakkan dari Gaza.

Loading...