Investor Tunggu Hasil RDG BI, Rupiah Terseret Anjloknya Harga Minyak

Jakarta ditutup pada level Rp 13.144/ pada Rabu (20/4). Sebagaimana terlihat pada laman Bloomberg Dollar Index, Rupiah 8 poin dari posisi penutupan di hari sebelumnya.

Pada awal transaksi, laju Rupiah tampak berapi-api karena masih ditopang kenaikan komoditas. Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan menguat 23 poin di level Rp 13.113 per AS.

Sayangnya, Rupiah berbalik zona negatif tak lama berselang, seiring dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pelemahan Rupiah lagi-lagi dipicu oleh anjloknya harga minyak dunia. Minyak West Texas Intermediate (WTI) per kontrak Mei harganya turun 2,36% menjadi USD 440,1 perbarel.

Pelemahan Rupiah makin terasa setelah menginjak perdagangan sesi II. Awalnya, Rupiah mengakhiri sesi perdangangan awal dengan perolehan plus 1 poin di level Rp 13.135/USD. Gerak Rupiah makin terbatas karena pelaku pasar menanti putusan BI Rate yang akan diumumkan esok hari (21/4).

Tercatat pada pukul 13.52 WIB, Rupiah melemah 0,08% ke level Rp 13.147. Gerak Rupiah makin melandai hingga akhirnya ditutup pada level Rp 13.144/USD pada penghujung akhir perdagangan sesi II.

“Fokus masih tertuju pada RDG BI (rapat dewan gubernur ) yang dimulai hari ini dan disimpulkan Kamis sore. BI rate diperkirakan tetap 6,75%,” ujar Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya yang diterima hari ini (20/4).

Loading...