Investor Terima Kabar Baik dari FBI, Rupiah Langsung Anjlok 37 Poin

hillary-dollar-clinton-picclick.ca

Pernyataan FBI yang menyatakan Capres Hillary tidak bersalah terkait email pribadinya membuat dolar AS melanjutkan reli sekaligus menekan pergerakan . Seperti diwartakan Bloomberg, membuka sesi dagang (7/11) dengan turun 37 poin atau 0,28% ke Rp13.105 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.40 WIB, spot kembali terdepresiasi 33 poin atau 0,25% ke level Rp13.101 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS mampu melejit pada perdagangan pagi ini dengan menguat 0,28% ke 97,337. The greenback menguat usai Federal Bureau of Investigation (FBI) mengemukakan pandangan jika masalah terkait email Hillary Clinton selama masa jabatannya sebagai sekretaris negara bukan merupakan suatu kejahatan.

Seperti diketahui, sempat berada dalam ketidakpastian menyusul persaingan ketat antara Hillary Clinton dan Donald Trump. Clinton sebelumnya sempat unggul jauh hingga muncul kasus dugaan penggunaan server email pribadinya saat menjabat sebagai sekretaris negara. “Semua itu drama dan kabar dari FBI adalah berita baik bagi ,” kata Kepala Analis Pasar Think Markets U.K. Ltd., Naeem Aslam.

Sementara itu, dari dalam negeri, kuartal III yang diprediksi turun serta aksi demo akhir pekan lalu yang berujung kerusuhan dinilai dapat menjadi sentimen negatif bagi mata uang Garuda sepanjang awal pekan ini. “Rupiah kemungkinan bergerak terbatas di kisaran Rp13.035 hingga Rp13.078 per dolar AS,” kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri.

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, menuturkan bahwa rupiah masih tertekan isu domestik meski dolar AS sempat melemah terhadap mayoritas di . “ domestik yang semakin negatif, termasuk demo 4 November, menjadi penyebab tertekannya mata uang dalam negeri,” kata Rangga.

Loading...