Investor Ragukan Kebijakan Trump, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah mampu memanfaatkan tren pelemahan indeks dolar di tengah keraguan investor terhadap kemampuan Donald untuk memenuhi janji kampanyenya. Menurut laporan Index pukul 15.56 WIB, Garuda mengakhiri awal pekan (27/3) ini dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.310 per dolar .

Tren rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan naik 19 poin atau 0,14% ke posisi Rp13.308 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali melaju 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.311 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.40 WIB, spot masih bertahan di zona hijau usai 20 poin atau 0,15% ke posisi Rp13.307 per dolar AS.

Ketidakmampuan Trump untuk memenuhi janji kampanyenya terkait RUU menandai kemunduran besar bagi besar bagi Presiden AS dari Partai Republik ini meski partainya sendiri mengendalikan Kongres, serta mengangkat keraguan apakah Trump dapat melakukan merealisasikan kebijakan reformasi pajak. Hal ini membuat laju dolar AS tergelincir menuju level terendah dalam dua bulan terakhir.

“Kekhawatiran pasar terhadap pemerintahan Trump muncul kembali setelah kegagalan dirinya meloloskan undang-undang kesehatan,” ujar Analis Senior Barclays, Shin Kadota. “Hal tersebut mengakibatkan aksi penghindaran risiko membebani laju dolar AS dan ada kemungkinan pelemahan ini akan terus berlanjut.”

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah di level Rp13.314 per dolar AS, terapresiasi 15 poin atau 0,11% dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu di Rp13.329 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang menguat terhadap the , dengan penguatan tertajam dialami yen Jepang sebesar 0,91%, disusul won Korea Selatan sebesar 0,75%.

Loading...