Investor Lirik Aset Berisiko, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - citypost.idRupiah - citypost.id

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada Rabu (13/2) sore ketika selera untuk aset berisiko kembali naik seiring dengan harapan terobosan sengketa dagang AS-China. Menurut Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda menguat 9 poin atau 0,07% ke level Rp14.059 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.027 per dolar AS, naik tajam 61 poin atau 0,43% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.088 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa melawan , dengan kenaikan paling tinggi sebesar 0,36% menghampiri rupiah, disusul rupee India yang menguat 0,35%.

Dari pasar , indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah dibandingkan rekan-rekannya pada hari Rabu, karena meningkatnya harapan terobosan dalam pembicaraan perdagangan AS-China, yang mendorong investor untuk beralih ke euro dan mata uang Asia. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,047 poin atau 0,05% ke level 96,662 pada pukul 12.50 WIB.

“Kami tampaknya harus menjauh dari dolar AS selama dua sesi terakhir, dan pelemahan ini secara langsung terkait dengan peningkatan sentimen risiko di sekitar perdagangan,” ujar kepala strategi pasar di CMC Markets, Michael McCarthy, dilansir Reuters. “Euro telah rebound dari level support penting dan dapat memperpanjang kenaikan.”

Selera pasar terhadap aset berisiko kembali naik setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pada hari Selasa (12/2) bahwa ia dapat memperpanjang batas waktu untuk mencapai perjanjian perdagangan dengan China. Meski demikian, ia lebih memilih untuk tidak mengharapkan akan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, yang akan menutup kesepakatan di beberapa titik.

impor AS atas produk-produk Negeri Tirai Bambu senilai 200 miliar dolar AS dijadwalkan naik dari 10% menjadi 25% apabila kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan dengan tenggat waktu. Pasar pun mencurahkan perhatian mereka ke pembicaraan tingkat tinggi kedua negara pada pekan ini, yang berupaya untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan.

Loading...