Investor Kembali Pinang Dolar AS, Rupiah Anjlok 40 Poin di Pembukaan

Rupiah - market.bisnis.comRupiah - market.bisnis.com

Jakarta – Kurs dibuka 40 poin atau 0,30 persen ke posisi Rp 13.595 per di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (8/2). Sebelumnya, Rabu (7/2) Garuda berakhir terdepresiasi 0,11 persen atau 15 poin ke level Rp 13.555 per setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.524 hingga Rp 13.568 per .

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melanjutkan penguatannya hingga akhir perdagangan Rabu waktu setempat. Pada Rabu atau Kamis pagi WIB dolar AS ditutup naik 0,73 persen menjadi 90,238. Dilansir Xinhua, para investor diperkirakan telah menjual aset untuk lantaran investasi terakhir dianggap kurang berisiko.

Indeks Dow Jones Industrial Average dilaporkan turun 19,42 poin atau 0,08 persen menjadi 24.893,35. Kemudian indeks S & P 500 juga turun 13,48 poin atau 0,50 persen menjadi 2.681,66. Indeks Nasdaq Composite juga mengalami penurunan sebesar 63,90 poin atau 0,90 persen menjadi 7.051,98. Wall Street tergoncang usai imbal hasil 10 tahun Amerika Serikat naik ke level tertinggi dalam multitahun, di tengah kekhawatiran kenaikan inflasi bisa membuat suku bunga lebih tinggi.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail berpendapat bahwa rupiah saat ini melemah karena terkena dampak kenaikan imbal hasil surat utang AS yang mendekati 2,8 persen pada Selasa malam. Selama seminggu terakhir, kepemilikan asing di pasar obligasi Indonesia pun berkurang sebesar USD 650 juta. “Asing keluar karena imbal hasil naik,” jelas Ahmad, seperti dilansir Kontan.

Sementara itu, Analis Putu Agus Pransuamitra berpendapat bahwa rupiah melemah karena dipengaruhi oleh efek gejolak yang terjadi di pasar saham. Para pelaku pasar diperkirakan kembali beralih memegang dolar AS sebagai aset safe haven.

Meski demikian, Putu memperkirakan jika pergerakan rupiah hari ini berpotensi untuk menguat ditopang oleh sentimen kenaikan cadangan devisa negara. Sedangkan Ahmad memprediksi apabila yield AS posisinya melandai, maka rupiah pun juga memiliki peluang untuk rebound.

Loading...