Investor Fokus ke Data Ekonomi AS, Rupiah Melemah Tipis di Akhir Pekan

Pergerakan harus berbalik seiring dengan fokus yang beralih pada dari yang bakal dirilis pada akhir pekan (6/1) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata Garuda menutup hari ini dengan pelemahan tipis sebesar 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.371 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya membuka perdagangan hari ini dengan menguat 12 poin atau 0,09% ke posisi Rp13.355 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali naik 25 poin atau 0,19% ke level Rp13.342 per dolar AS. Sayangnya, jelang tutup dagang atau pukul 15.50 WIB, spot harus berbalik terdepresiasi 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.367 per dolar AS.

Fokus investor saat ini sedang tertuju pada pengumuman data-data penting dari Negeri Paman Sam. Data upah rata-rata per jam di Amerika Serikat diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,3%, sementara tingkat pekerjaan diperkirakan bertambah 175 ribu pada Desember 2016, dan tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 4,7%.

“Data dan upah dari AS itu berpotensi memengaruhi harapan jalur kebijakan yang bakal dibuat Bank Sentral AS pada tahun 2017 ini,” ujar Analis Monex Investindo Futures, Agus Chandra. “Data yang sesuai dengan harapan akan mendukung kinerja dolar AS.”

Selain itu, kebijakan ekonomi dan fiskal Presiden Donald Trump setelah pelantikan tanggal 20 Januari juga turut menjadi perhatian investor sehingga aktivitas transaksi pasar cenderung tertahan di pasar negara berkembang. “Investor sedang mencari petunjuk mengenai apa yang akan dilakukan The Fed berkenaan dengan kebijakan fiskal yang diusulkan Trump,” timpal Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di posisi Rp13.347 per dolar AS, menguat 23 poin atau 0,17% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.370 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia cenderung bergerak melemah terhadap dolar AS, dengan yen Jepang terdepresiasi 0,37% dan dolar Singapura turun 0,24%.

Loading...