Investor Enggan Beli Dolar, Rupiah Berakhir Menguat 44 Poin

Rupiah Menguat - www.cnbcindonesia.com

Keengganan membeli AS, imbas kekhawatiran perang dagang dan kondisi politik di Jepang, membuat melaju mulus di teritori hijau sepanjang Senin (26/3) ini. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, NKRI menyudahi transaksi dengan penguatan sebesar 44 poin atau 0,32% ke level Rp13.738 per AS.

Sebelumnya, rupiah harus ditutup melemah 27 poin atau 0,20% di posisi Rp13.782 per dolar AS pada akhir pekan (23/3) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang Garuda mampu rebound dengan dibuka menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.780 per dolar AS. Setelah itu, spot bergerak cukup nyaman di area positif hingga tutup transaksi.

Dari pasar , indeks dolar AS bergerak lebih rendah pada Senin, tertekan kekhawatiran perang dagang dan politik yang berlangsung di Jepang. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau terdepresiasi 0,051 poin atau 0,06% ke level 89,385 pada pukul 10.20 WIB, selain turun ke posisi 104,955 terhadap yen Jepang atau terendah sejak November 2016.

Seperti diberitakan Reuters, pasar global saat ini memang tengah terguncang setelah Presiden AS, Donald Trump, mengenakan impor untuk barang-barang dari China, yang mendekatkan dua negara ekonomi terbesar itu terhadap perang dagang. Di sisi lain, kondisi politik Jepang makin memanas terkait skandal kronisme yang melanda Perdana Menteri Shinzo Abe.

“Dengan kekhawatiran tentang perang dagang antara AS dan China yang menjadi kunci permasalahan perdagangan, selain penyampaian testimoni di depan parlemen Jepang pada Selasa, hanya beberapa pelaku pasar yang bersedia membeli ,” ujar ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Perdagangan yang menghindari aset risiko saat ini benar-benar mendominasi pasar.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.776 per dolar AS, naik 4 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.780 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,37% menghampiri ringgit Malaysia.

Loading...