Investor Belum Lirik Rupiah Sebabkan Minimnya Arus Dana Masuk

kurs ditengarai masih akan bergerak karena belum menemukan momentum penguatannya. Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) mengatakan bahwa belum ada sentimen dari dalam negeri yang mampu memperbaiki kondisi Rupiah. “Setelah terimbas penguatan kembali laju karena penurunan harga komoditas global, laju Rupiah juga belum didukung oleh sentimen dalam negeri,” ujarnya dalam riset.

Pernyataan (BI) bahwa kondisi ekonomi Indonesia belum akan menunjukkan perbaikan signifikan hingga semester awal 2016 mendatang. Gubernur BI menegaskan bahwa capital inflow (arus dana masuk) masih dalam tren minim sehingga transaksi finansial belum menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian kondisi di global akibat rencana kenaikan acuan Amerika Serikat (Federal Reserve). Faktor lain yang turut memperburuk kondisi Rupiah adalah terkait melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia dan anjloknya manufaktur yang mencapai level terendah sejak tahun 2009. Kedua hal ini mempersempit peluang Rupiah untuk bisa keluar dari zona merah.

“Sepanjang belum ada kabar positif maka pelaku pasar akan cenderung menjauhi pasar (Indonesia). Meski demikian, tetap mewaspadai sentimen di pasar,” tambah Reza. Dalam Risetnya, NH Korindo Securities Indonesia memperkirakan kurs tengah Bank Indonesia pada perdagangan hari ini (25/9) menempatkan Rupiah pada kisaran Rp 14.600 hingga Rp 14.725.

Loading...