Investasi USD 10 Miliar, Indonesia Bangun Bandara Baru di Dekat Jakarta

Indonesia Bangun Bandara Baru di Dekat Jakarta - bisnis.tempo.coIndonesia Bangun Bandara Baru di Dekat Jakarta - bisnis.tempo.co

dikabarkan memiliki rencana untuk membangun baru di luar Jakarta guna mengakomodasi semakin banyaknya pelancong dan wisatawan yang berkunjung. ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar 10 miliar dolar AS, yang sekaligus menjadi pembangunan terbesar di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak Oktober 2014.

Seperti diberitakan Nikkei, fasilitas tersebut akan dibangun di atas tanah reklamasi sekitar 15 km utara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, menurut rancangan rencana dari perusahaan pengelola bandara yang dikelola pemerintah. Konstruksi akan dimulai pada dekade berikutnya melalui kemitraan swasta-publik.

Bandara baru tersebut akan memiliki dua landasan pacu, terminal penumpang, dan pusat pemeliharaan untuk pesawat. Sebuah rel kereta api dan jalan raya juga sedang dipertimbangkan untuk terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta, meskipun detail akan ditentukan kemudian. Ini akan menjadi bandara baru pertama di sekitar Jakarta sejak Bandara Soekarno-Hatta dibuka pada 1985. Dua fasilitas ini diharapkan memiliki kapasitas gabungan di atas 100 juta penumpang per , melebihi Bandara Changi Singapura yang saat ini merupakan bandara terbesar di Asia Tenggara.

Dengan domestik bruto (PDB) yang diproyeksikan akan masuk 10 besar dunia pada 2030 mendatang, Indonesia berharap melihat peningkatan dalam jumlah pelancong bisnis dan wisatawan. Pada 2035, 242 juta orang diperkirakan akan menggunakan pesawat terbang, 120 persen dari tahun 2015, menurut prediksi International Air Transport Association (IATA). Karena itu, menambah pintu gerbang ibukota adalah kebutuhan yang dirasa ‘mendesak, selain rencana untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2032.

Pada tahun 2017 kemarin, Bandara Soekarno-Hatta menampung sekitar 63 juta penumpang, meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya. Bandara ini dinilai belum mampu mengikuti jumlah penumpang yang naik pesat meski sudah membangun Terminal 3 pada tahun 2016. Pemerintah memang berencana memulai pembangunan Terminal 4 dan landasan anyar pada tahun 2020, tetapi mempromosikan bandara baru merupakan solusi yang lebih mendasar.

Selain Indonesia, kota-kota lain di Asia Tenggara juga berencana untuk meningkatkan kapasitas bandara mereka untuk mengatasi peningkatan pengunjung. Thailand akan menghabiskan sekitar 8 miliar dolar AS untuk sekitar tiga kali lipat kapasitas Bandara Suvarnabhumi di Bangkok. Filipina dan Vietnam juga mempercepat pembangunan untuk memperbesar bandara mereka.

Lebih banyak orang Asia Tenggara melakukan perjalanan dengan pesawat saat kelas menengah di wilayah ini berkembang. Menurut Airbus, wilayah Asia-Pasifik diperkirakan akan mengalami pertumbuhan 5,5 persen dalam lalu lintas penumpang udara dalam 20 tahun hingga 2037, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata dunia yang sebesar 4,4 persen. Peningkatan jumlah wisatawan di Asia Tenggara otomatis memiliki efek riak pada bandara di luar wilayah tersebut. Bandara Narita Jepang sedang mempertimbangkan penambahan landasan ketiga.

Loading...