Investasi di Philippine Airlines, ANA Bidik Penerbangan Asia Tenggara

ANA Holdings - www.airbus.comANA Holdings - www.airbus.com

TOKYO – ANA Holdings bersiap untuk melakukan persaingan dengan rekan senegara, Japan Airlines (JAL), guna menyasar Tenggara yang terus berkembang. asal Negeri Matahari Terbit itu mengatakan bahwa mereka menanamkan 9,5 persen di Philippine Airlines (PAL) untuk menangkap yang meningkat untuk udara antara Jepang dan Filipina.

Seperti dilansir Nikkei, pertempuran yang semakin intensif antara dua maskapai terkemuka Jepang mulai menarik maskapai-maskapai Asia lainnya, menciptakan kubu-kubu saingan di pasar yang sedang tumbuh. ANA mengatakan akan menginvestasikan 95 juta dolar AS pada PAL Holdings dalam sebuah kesepakatan dengan induk yang dikendalikan oleh miliarder Lucio Tan.

Kemitraan ANA dengan maskapai asal Filipina akan meningkatkan penerbangan berbagi kode. Tadahiro Uematsu, wakil presiden ANA untuk global, mengatakan bahwa dengan slot pendaratan penuh di Bandara Haneda dan Narita, kesepakatan dengan PAL diperlukan untuk meningkatkan penumpang tanpa menambah jumlah penerbangan.

ANA, induk dari All Nippon Airways dan maskapai penerbangan terbesar di Jepang berdasarkan pendapatan, memang telah memiliki kemitraan berbagi kode dengan Philippine Airlines sejak 2014. Namun, investasi tersebut berupaya untuk memperkuat pijakan maskapai di Asia Tenggara. “JAL telah menjadi ancaman bagi ANA,” kata Kotaro Toriumi, seorang analis penerbangan.

Kementerian transportasi Jepang pada awalnya melarang JAL meluncurkan rute baru dan melakukan investasi yang berorientasi pada pertumbuhan. Tetapi, begitu periode pembatasan ini berakhir pada musim semi 2017 kemarin, maskapai ini langsung beralih ke mode ekspansi dan mulai mengupas maskapai mitra ANA.

JAL mengumumkan kesepakatan pembagian kode dengan Hawaiian Airlines pada September 2017. Lalu, Oktober 2017, JAL mengumumkan ikatan dengan Aeromexico, yang juga beralih dari ANA. Sementara, kesepakatan dengan Garuda Indonesia pada September 2018 telah menunjukkan ambisi JAL di Asia Tenggara. Meski Garuda berbagi kode dengan ANA, namun maskapai ini mengumumkan rencana untuk bersama dengan JAL, yang bertujuan mendapatkan keuntungan dari meningkatnya permintaan perjalanan udara.

Sementara itu, ANA telah mengkonsolidasikan kepemimpinannya sejak melampaui JAL dalam jumlah penumpang penerbangan internasional untuk pertama kalinya pada tahun fiskal 2015 kemarin. Pada 2016, ANA mengambil 8,8 persen saham di Vietnam Airlines, yang dulunya memiliki perjanjian pembagian kode dengan JAL.

Di sisi lain, PAL berupaya memperluas jaringan penerbangan ke Jepang untuk menanggapi meningkatnya permintaan dari wisatawan Filipina yang berkunjung ke negara itu. Mereka juga berusaha untuk memperkuat basis keuangannya. Seberapa besar manfaat investasi 9,5 persen ANA memang belum jelas. “Kami berbagi nilai yang sama dengan PAL, yang merupakan satu-satunya operator layanan penuh di Filipina,” kata Uematsu.

Loading...