Investasi di LinkAja, BNI Bentuk Modal Ventura

Investasi LinkAja - www.cnbcindonesia.comInvestasi LinkAja - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – Salah satu pemberi kredit milik , atau BNI, dikabarkan sedang berencana untuk membentuk badan ventura dengan korpus antara Rp600 miliar hingga Rp700 miliar. Ini dilakukan karena BNI akan berinvestasi di Fintek Karya Nusantara (Finarya), operator platform mobile LinkAja, yang baru-baru ini meluncurkan layanannya setelah awal yang sangat tertunda.

Dilansir Nikkei, LinkAja adalah layanan e-wallet terintegrasi yang diciptakan melalui penggabungan e-wallet telekomunikasi Telkomsel, dan pemberi pinjaman Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Layanan ini juga didukung oleh BTN, minyak dan gas Pertamina, dan asuransi Jiwasraya. DealStreetAsia sebelumnya melaporkan bahwa enam milik negara telah berkomitmen untuk bersama-sama menginvestasikan 80 juta AS di LinkAja.

“Kami akan melaksanakan rencana itu pada paruh kedua tahun ini,” ujar Direktur BNI, Anggoro Eko Cahyo, saat konferensi pers di Jakarta. “Investasi BNI di LinkAja nantinya akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, BNI akan berinvestasi melalui cabang pialang BNI Sekuritas. Setelah itu, kami akan berinvestasi (di Finarya) menggunakan dana VC di fase kedua dan ketiga.”

Untuk unit investasinya sendiri, BNI masih mempertimbangkan apakah akan mengakuisisi perusahaan VC (ventura capital) yang ada atau menyiapkan dana dari awal. Selain Finarya, BNI juga berencana menanamkan investasi dalam startup yang diselaraskan dengan bisnis pinjaman intinya melalui dana VC yang diusulkan.

Sebelumnya, BRI (Bank Rakyat Indonesia) sudah mendirikan lengan investasi dengan mengakuisisi 35 persen saham di perusahaan modal ventura bernama Bahana Artha Ventura (BAV) pada November 2017 lalu. Kemudian, BRI akhirnya mengakuisisi 97,61 persen perusahaan pada Desember tahun kemarin. Sementara, di LinkAja, BRI Ventures akan menginvestasikan sekitar 25 juta dolar AS.

BNI dan BRI mengikuti jejak perusahaan telekomunikasi Indonesia, Telkom, yang mengoperasikan MDI Ventures, dan sesama pemberi pinjaman, Bank Mandiri, yang mendirikan Mandiri Capital pada tahun 2016. DealStreetAsia sempat melaporkan bahwa MDI Ventures telah membentuk cabang Singapura dan mulai penggalangan dana untuk kendaraan ketiga.

Sementara itu, Mandiri Capital juga berusaha untuk mengumpulkan dana dengan ukuran target sekitar 50 juta hingga 100 juta dolar AS. Seperti MDI Ventures, perusahaan ini pun berniat untuk mengumpulkan modal dari LP (limited partner) eksternal untuk dana terbarunya. VC sejauh ini telah berinvestasi di startup tahap pra-Seri A hingga Seri A di Indonesia.

Loading...