Intervensi Bank Indonesia, Rupiah Menguat di Awal Pekan

Rupiah Menguat - www.cnbcindonesia.com

Rupiah mampu membalikkan posisi ke zona hijau pada awal Senin (5/3) ini. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, Garuda membuka transaksi dengan menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.747 per dolar AS. Sebelumnya, spot ditutup melemah tipis 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.757 per dolar AS pada akhir pekan (2/3) kemarin.

“Pekan ini, saya cukup optimistis ada ruang penguatan untuk rupiah, seiring dengan aksi pembelian dolar AS yang mereda setelah rilis kebijakan Donald Trump,” ujar analis Asia Trade Point Futures, Andri Hardianto, seperti dikutip . “Perlakukan intervensi Bank Indonesia juga akan mendorong rupiah untuk kembali stabil dengan kecenderungan menguat.”

Seperti diketahui, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Doddy Zulverdi, sempat mengatakan bahwa pergerakan rupiah hingga sempat menyentuh level Rp13.800 per dolar AS merupakan tingkat yang berlebihan atau undervalued. Karena itu, mereka pun masuk ke pasar valuta asing untuk melakukan intervensi.

“Sepanjang pekan ini, sentimen yang bakal menjadi pendukung gerak rupiah di antaranya rilis data seperti cadangan devisa dan penjualan eceran yang diproyeksikan terjaga dan positif,” sambung Andri. “Mata uang Garuda pada hari ini kemungkinan akan bergulir di rentang Rp13.680 sampai dengan Rp13.740 per dolar AS.”

Sementara itu, ekonom Bank Mandiri, Andri Asmoro, menilai bahwa ekspektasi para pelaku pasar terhadap kenaikan diperkirakan masih akan memengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Namun, sebelum benar-benar ketuk palu, pelaku pasar masih menantikan data-data ekonomi AS yang dirilis sebelum FOMC meeting pada tanggal 21 Maret mendatang.

“Ada sejumlah data ekonomi AS yang patut diperhatikan pelaku pasar sepanjang pekan ini, di antaranya data nilai pesanan produk tahan lama, data manufaktur, dan data perubahan nilai inflasi, selain pidato Jerome Powell,” tutur Andri. “Sementara, dari dalam negeri, data yang dinanti adalah cadangan devisa, meski mungkin tidak berpengaruh besar terhadap gerak rupiah.”

Loading...