Integrasi Secara Perlahan Jadi Faktor Kunci Perbankan ASEAN

uang-rupiah-mandiri-reuters

BANGKOK – Meskipun bank di Asia Tenggara hanya membuat sedikit kemajuan di keuangan lokal, namun berkat merger, akuisisi, dan aplikasi teknologi digital, sektor perbankan justru mampu mengembangkan sayapnya ke luar negara. Langkah ini juga didorong oleh ambisi perbankan untuk tumbuh dan berkembang dalam tunggal yang lebih kompetitif, yaitu Masyarakat Ekonomi (MEA).

Menurut daftar terbaru tentang kapitalisasi pasar perbankan yang disusun oleh QUICK-FactSet, pemberi pinjaman yang aktif menjangkau pasar yang lebih luas di kawasan regional ASEAN akan berada di peringkat tertinggi. Group Holding asal Singapura berada di posisi teratas usai menguasai 29,11 persen market di lima pasar Asia dengan nilai buku 77,8 juta AS.

Di , DBS telah memiliki 500 ribu , naik sekitar 85 ribu, dengan fokus bisnis di kartu kredit dan perbankan elektronik. Meski sebelumnya, otoritas yang berwenang telah menggagalkan upaya bank ini untuk mengakuisisi bank lokal pada tahun 2013 lalu.

Selama bertahun-tahun, ASEAN telah bekerja keras untuk mewujudkan pasar tunggal. Dengan dirilisnya MEA pada akhir tahun lalu, memang telah ada beberapa keberhasilan untuk memfasilitasi perdagangan regional dan investasi melalui penerapan dan langkah-langkah deregulasi lainnya. Namun, sejauh ini, bank belum mendapat banyak manfaat dari MEA.

“Liberalisasi di sektor keuangan berjalan terlalu lambat,” kata Kepala Eksekutif DBS, Piyush Gupta. “Perbankan adalah industri ‘yang paling dilindungi’ di kawasan Asia Tenggara.”

Secara bertahap, integrasi bank di wilayah ASEAN pun mulai terbentuk dengan dua negara dapat membuat kesepakatan bilateral yang memungkinkan bank untuk beroperasi di negara lain dengan ketentuan dan syarat tertentu. Sebagai contoh, Maybank asal Malaysia sejauh ini telah memiliki kesepakatan dengan Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Sayangnya, di sisi lain, karena bank-bank Malaysia sudah aktif di pasar ini, beberapa regulator berpendapat bahwa kesepakatan tersebut hanya menguntungkan salah satu bank. Maybank dan CIMB Group Holdings sudah memiliki cabang di Indonesia, tetapi hanya satu bank asal Indonesia, yaitu Bank Muamalat yang bercabang di Malaysia. Sementara, , yang notabene bank terbesar di Tanah Air, hanya memiliki kantor remittance.

Indonesia memang menjadi salah satu pasar menggiurkan di wilayah ASEAN. Bank Central Asia, salah satu bank terbesar di wilayah ASEAN, juga berkonsentrasi pada pasar lokal. Presiden BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, kunci sukses adalah fokus pada pasar yang berkembang, yaitu di Indonesia. “Kompetisi terberat ada di Indonesia. Jika kami tidak siap di negara asal kami, orang luar bisa masuk dan mengendalikan bisnis,” kata Jahja.

Loading...