Instabilitas Politik Bebani Rupiah, Spot Ditutup Anjlok 47 Poin

Instabilitas kondisi di dalam negeri serta ketidakpastian global menjadi beban bagi sepanjang Rabu (23/11) ini. Menurut laporan Index pukul 15.58 WIB, Garuda tidak bisa keluar dari tekanan sehingga harus menutup perdagangan hari ini dengan pelemahan sebesar 47 poin atau 0,35% ke level Rp13.490 per AS.

Rupiah sudah sejak awal dagang usai turun 15 poin atau 0,11% ke Rp13.458 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 40 poin atau 0,3% ke level Rp13.483 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.31 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai 17 poin atau 0,13% ke posisi Rp13.460 per dolar AS.

rupiah memang bakal tertekan karena ketidakpastian akibat instabilitas politik dalam negeri jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun depan,” urai Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Pemeriksaan Ahok serta rencana demonstrasi 2 Desember menjaga ketidakpastian tetap tinggi.”

Meski demikian, di pasar keuangan global, stabilitas dirasa lebih baik sehingga koreksi atas shock seharusnya berlanjut dalam jangka pendek. “Fokus pasar saat ini akan tertuju pada notulensi FOMC meeting yang dijadwalkan rilis pada Kamis (24/11) dini hari WIB,” sambung Rangga.

“The Fed diprediksi masih tetap percaya diri dengan kenaikan suku bunga yang ditargetkan terjadi dalam waktu dekat, di samping kenaikan lanjutan pada tahun 2017 mendatang,” tambah Rangga. “Selain itu, nanti malam juga ditunggu indeks AS yang diperkirakan naik tipis.”

Pelarian dolar AS dari negara-negara berkembang di Asia, termasuk Indonesia, juga menjadi salah satu faktor penyebab melemahnya nilai tukar rupiah. Sejak Donald Trump menjadi Presiden AS yang baru, setidaknya terdapat kurang lebih 11 miliar dolar AS dana yang keluar dari Asia. “Arus keluar dana-dana di kawasan Asia masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan,” kata Analis Pasar Uang di Mizuho Bank, Jepang, Masakatsu Fukaya.

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia Tenggara juga kompak memerah terhadap dolar AS. Hingga Rabu siang, peso Filipina terpantau turun 0,08%, sedangkan ringgit Malaysia anjlok 0,52%, dan dolar Singapura melemah 0,20%. Sementara, baht Thailand juga terdepresiasi tipis 0,02%.

Loading...