Ingin Coba Jadi Developer & Menjual Aplikasi Android? Ini Biaya Upload Aplikasi ke Playstore

Biaya Upload Aplikasi ke Playstore - kalbarinfo.blogspot.comBiaya Upload Aplikasi ke Playstore - kalbarinfo.blogspot.com

Menjadi seorang developer atau pembuat memang dibutuhkan sebuah keterampilan. Namun di balik rumitnya menciptakan sebuah app, ternyata ada pundi-pundi yang bisa dihasilkan apabila seorang developer bersedia untuk mengunggah dan menjual aplikasi buatan mereka ke Google Play Store. Mengenai keputusan apakah aplikasi itu nantinya gratis atau berbayar, itu semua kembali lagi ke sang developer. Namun yang jelas, ada serangkaian dan biaya yang harus dibayarkan untuk upload aplikasi ke Playstore.

Untuk membuat aplikasi dan mengunggahnya ke Playstore, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, antara lain harus memiliki akun Developer Google Play (biaya sebesar USD 25 atau sekitar Rp 367 ribuan jika dikonversikan dalam rupiah), kemudian memiliki file apk yang telah dibubuhi tanda tangan secara , browser untuk mengakses situs Developer Google Play, ikon aplikasi, screenshot aplikasi, hingga header di Play Store.

Jika semua persyaratan (requirements) sudah terpenuhi, sang developer bisa langsung masuk ke akun Google Play Developer dan mengikuti semua panduan yang telah tertulis jelas di sana. Apabila merasa kesulitan, kini juga banyak penyedia jasa upload apk di Google Play Store dengan atau murah. Menariknya, untuk aplikasi berbayar ternyata sejak beberapa tahun lalu Google telah mengubah kebijakan penjualan aplikasi Android di Indonesia.

Tak hanya menampilkan harga aplikasi dalam rupiah, pengembang atau developer aplikasi asal Indonesia pun bisa merilis apps Android berbayar di Google Play Store. Mulai tahun 2014, pihak Google sudah bersedia mentransfer uang hasil penjualan aplikasi Android berbayar melalui rekening bank di Indonesia. Dengan demikian, para developer tak lagi kesulitan dalam hal pembayaran karena tidak perlu berurusan dengan perantara dari negara lain.

Anton Soeharyo selaku CEO pengembang game TouchTen menyambut baik langkah Google tersebut. “Ini perubahan yang bagus, dan kami jadi semangat untuk membuat game di Android. Kami bisa langsung tarik uang hasil penjualan dari bank di Indonesia,” ujar Anton, seperti dilansir Kompas.

Sebelumnya, Google memang diketahui tak bersedia mentransfer uang hasil penjualan aplikasi Android ke rekening bank di Indonesia, sehingga developer asal Tanah Air pun hanya bisa melakukan registrasi dan mengupload aplikasi gratis di Play Store. Jika ingin membuat aplikasi atau game berbayar, mereka biasanya bekerja sama dengan publisher aplikasi atau game asal Singapura, Hong Kong, atau Amerika Serikat.

Loading...