Ingin Beli Apartemen? Segini Besaran Biaya BPHTB yang Harus Dibayarkan

Biaya BPHTB - www.globalvillagespace.comBiaya BPHTB - www.globalvillagespace.com

Tren memberi rumah vertikal seperti apartemen dari tahun ke tahun terus meningkat. Selain dijadikan sebagai tempat tinggal pribadi, membeli apartemen juga bisa menjadi salah satu aset investasi jangka panjang yang cukup menguntungkan. Namun sebelum memutuskan membeli sebuah apartemen, ada baiknya untuk mengetahui apa saja yang mungkin dikeluarkan dari apartemen.

Dibandingkan membeli rumah petak biasa, rupanya ada sederet biaya lain yang perlu disiapkan untuk membeli apartemen selain nilai yang tertera di brosur. Hal inilah yang mungkin tidak terlalu banyak diketahui oleh masyarakat.

“Saat Anda mengira cukup mengumpulkan tabungan untuk mencapai jual yang tertera di brosur apartemen, saat itulah Anda berisiko mengacaukan kondisi keuangan Anda. Biaya perolehan apartemen maupun biaya sesudahnya tidak sesederhana biaya uang muka dan cicilan bulanan apartemen saja,” kata Managing Director dari pembanding produk keuangan di Indonesia HaloMoney.co.id, Jay Broekman, seperti dilansir Okezone.

Salah satu biaya yang harus disiapkan adalah BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan ). BPHTB umumnya dikenakan untuk semua tipe apartemen, baik apartemen berukuran besar, kecil, berstatus baru, maupun apartemen lama (second). BPHTB yang ditetapkan nilainya adalah 5% dari harga beli apartemen setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

Nah, besaran NJOPTKP di tiap provinsi sendiri berbeda-beda. Sebagai contoh, di wilayah Jakarta dengan biaya NJOPTKP sebesar Rp 60 juta, maka nilai BPHTB yang harus dibayarkan saat membeli sebuah apartemen seharga Rp 250 juta adalah sekitar Rp 9,5 juta. Angka ini didapatkan dari perhitungan Rp 250 juta dikurangi Rp 60 juta, kemudian dikalikan dengan 5 persen.

Selain BPHTB, masih ada sederet biaya lain seperti pajak pertambahan nilai (PPN), biaya perjanjian perikatan jual beli (PPJB) antara pembeli dengan developer, pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), biaya notaris, hingga biaya apabila membeli apartemen lewat KPA . Setelah memiliki apartemen pun kemungkinan masih harus membayar biaya lain seperti pajak bumi dan bangunan (PBB), biaya servis (service charge), biaya utilitas (meliputi listrik, air, TV kabel, dan internet), hingga biaya parkir.

Loading...