Ingat, Telat Bayar Tagihan Listrik PLN Bisa Kena Tarif Denda Mulai Rp 3.000

Jakarta – Meski kini sudah banyak masyarakat yang menggunakan dengan sistem , nyatanya sebagian besar masyarakat masih setia menggunakan listrik . Dari total sekitar 56 juta PT , rupanya hanya 20 juta yang sudah memakai sistem token pulsa listrik, sedangkan 36 juta sisanya masih bertahan memakai sistem listrik dengan bulanan.

Para pengguna yang memakai sistem listrik prabayar memiliki beragam keuntungan, salah satunya tak akan dikenai denda telat bayar karena listrik dibeli dari awal sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan sistem yang lama alias pascabayar menerapkan aturan denda apabila pelanggan terlambat melakukan tagihan listrik.

Berikut rincian denda yang dikenakan oleh PT PLN berdasarkan tegangan listrik yang digunakan:

Batas DayaDenda per Bulan
450 VARp 3.000
900 VARp 3.000
1.300 VARp 5.000
2.200 VARp 10.000
3.500 – 5.500 VARp 50.000
6.600 – 14.000 VA3% dari tagihan rekening listrik (minimum Rp 75.000) per bulan
Di atas 14.000 VA3% dari tagihan rekening listrik (minimum Rp 100.000) per bulan

Jika pengguna terlambat membayar listrik selama 30 hari, maka pihak PLN akan mengenakan sanksi denda berupa pemutusan sambungan listrik sementara. Namun bila keterlambatan berlanjut hingga 90 atau 60 hari setelah dilakukan pemutusan sementara, maka pelanggan dikenai denda berupa bongkar rampung pada instalasi milik PLN.

Bongkar rampung tersebut mencakup pembongkaran pada pembayar dan pemutus/APP/kWh meter serta saluran masuk pelayanan atau kabel listrik mulai dari tiang hingga kWh meter. Namun sebelumnya PLN akan mengirimkan surat pemberitahuan pelaksanaan pemutusan rampung sambungan listrik pada pengguna tersebut.

Loading...