Ingat, Biaya Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak yang Ditanggung BPJS Ternyata Ada Batasnya!

Fisioterapi Anak - (Youtube: Sara Mai)Fisioterapi Anak - (Youtube: Sara Mai)

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bisa tumbuh menjadi seseorang yang cerdas, lancar berbicara, dan juga peduli terhadap lingkungan sosialnya. Namun terkadang ada beberapa permasalahan yang mungkin saja menimpa dan menghambat tumbuh kembang sang buah hati, mulai dari speech delay (keterlambatan bicara), hingga gangguan lain yang mengarah pada autisme, ADHD, dan sebagainya. Jika sudah ada tanda-tanda demikian, tak ada salahnya untuk memeriksakan buah hati ke yang ada di tumbuh kembang anak.

Biaya fisioterapi tumbuh kembang anak di klinik atau poli khusus tumbuh kembang anak dipatok bervariasi. Berdasarkan tahun lalu, biaya konsultasi dokter di Klinik Tumbuh Kembang RS Hermina Bekasi dipatok Rp 265 ribu, sedangkan terapi per sesi dikenai Rp 120 ribu. Lain lagi dengan Klinik Tumbuh Kembang Lalita Bekasi, biaya konsultasi dengan dokter Rp 290 ribu, sedangkan biaya terapi Rp 200 ribu per sesi. Apabila mengambil 10 sesi terapi sekaligus, akan dikenai menjadi Rp 1,5 jutaan saja.

Adapula klinik tumbuh kembang lainnya seperti Rumah Sakit (RS) JIH Yogyakarta yang menyediakan paket pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak dengan biaya Rp 1,6 juta untuk tahun 2018 ini. Pemeriksaan tersebut meliputi 4 tahapan, antara lain skrining dengan kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan Tes Denver oleh perawat, pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak, pemeriksaan dengan dokter spesialis saraf anak, psikolog, dan juga psikiater, hingga tahapan rekomendasi tindakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan anak.

Bagi para peserta BPJS pun bisa memanfaatkan kartu BPJS-nya untuk mendapatkan jaminan dalam hal tindakan klinis lain seperti gangguan tumbuh kembang dan psikis anak. Pasalnya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, biaya terapi tumbuh kembang memang cukup mahal, apalagi jika sampai beberapa kali sesi.

Pihak BPJS Kesehatan ternyata menanggung biaya terapi anak di klinik tumbuh kembang yang telah bekerja sama. Namun perlu diperhatikan, bahwa batas maksimal usia anak adalah 14 tahun dan sudah memperoleh rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat satu.

Selain itu, perlu dipahami pula bahwa sejak Juli 2018 lalu pihak BPJS menetapkan batasan rehabilitasi medik mulai dari pelayanan fisioterapi hingga layanan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus frekuensi terapinya maksimal 2 kali seminggu atau 8 kali sebulan. Perubahan ini termasuk jadwal konsultasi dan evaluasi ke dokter spesialis rehabilitasi medik.

“Untuk fisioterapi bukan pengurangan tapi menempatkan sesuatu yang sewajarnya, ini juga sudah dibahas bersama perhimpunan profesi, terkait fisioterapi ini disepakati dua kali seminggu atau 8 kali per bulan itu tetap dijamin BPJS,” kata Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat, seperti dilansir Tribunnews.

Loading...