Inflasi Maret Terkendali, Rupiah Tetap Merah di Rabu Sore

Rupiah - pojokpulsa.co.idRupiah - pojokpulsa.co.id

JAKARTA – Rupiah tetap gagal mengatrol posisi ke area hijau pada perdagangan Rabu (1/4) sore meski Indonesia sepanjang bulan Maret 2020 kemarin dilaporkan masih cukup terkendali. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda melemah 140 poin atau 0,86% ke level Rp16.450 per AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang bulan Maret 2020, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,10% dengan Indeks (IHK) sebesar 104,72. Inflasi tahun kalender berjalan (Januari hingga Maret) 2020 sebesar 0,76% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2020 terhadap Maret 2019) sebesar 2,96%.

“Dengan inflasi sebesar 0,10%, bisa dikatakan inflasi Maret 2020 ini cukup terkendali,” papar Kepala BPS, Suhariyanto. ”Inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, termasuk kelompok makanan, minuman, tembakau, pakaian, alas kaki, perumahan, air, listrik, bahan bakar tangga, kesehatan, penyediaan makanan, hingga rekreasi.”

Sementara itu, Bank Indonesia hari ini menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di posisi Rp16.413 per dolar AS, terdepresiasi 46 poin atau 0,28% dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.367 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif melawan greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,25% dialami peso Filipina dan pelemahan terdalam sebesar 0,49% menghampiri rupiah.

Dari , indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, didukung oleh statusnya sebagai aset safe haven ketika dunia menatap apa yang mungkin menjadi salah satu kontraksi terburuk selama beberapa dekade imbas pandemi coronavirus. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,023 poin atau 0,02% ke level 99,071 pada pukul 12.26 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, greenback menguat melawan dolar Australia, dolar Selandia Baru, euro, yen, franc Swiss, dan pound sterling di transaksi Asia, karena selera untuk keamanan dolar AS diimbangi oleh likuiditas agresif Federal Reserve. The Fed pada Selasa (31/3) waktu setempat memperluas kemampuan puluhan bank sentral asing untuk mengakses dolar AS selama krisis .

Loading...