Senin Sore, Rupiah Melemah Tajam Usai Inflasi April Sangat Rendah

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (4/5) sore - bisnis.com

JAKARTA – Rupiah tidak memiliki cukup energi untuk mengatrol posisi ke teritori hijau pada Senin (4/5) sore ketika laporan Indeks Harga (IHK) Indonesia sepanjang April 2020 menunjukkan yang sangat rendah walau jelang bulan puasa. Menurut data Index pada pukul 14.43 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah tajam 218 poin atau 1,47% ke level Rp15.100 per AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) untuk hari ini ditetapkan di posisi Rp15.073 per dolar AS, menguat 84 poin atau 0,55% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.157 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia bertekuk lutut versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,95% dialami ringgit Malaysia.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen bulan April 2020 mengalami inflasi hanya sebesar 0,08%, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai angka 0,44%. Inflasi ini dinilai tidak biasa lantaran terjadi menjelang bulan Ramadan yang biasanya mencatat angka yang tinggi.

“Bisa dilihat pergerakan inflasi bulan ini tidak biasa jika dibandingkan pola sebelumnya. Pada bulan-bulan jelang Ramadan, catatan inflasi terpantau naik tinggi,” tutur Kepala BPS, Suhariyanto. “Ketika memasuki bulan Ramadan, inflasi biasanya meningkat. Namun, tahun ini melambat dari Maret yang sebesar 0,10% dan sekarang 0,08%.”

Menurut perkiraan Suhariyanto, pergerakan inflasi yang lambat ini turut dipengaruhi rendahnya konsumsi masyarakat di tengah pandemi yang masih melanda Indonesia. Ia juga melihat ada indikasi pelemahan daya beli masyarakat yang mengakibatkan konsumsi menjadi rendah meski pasokan pangan terjaga dan harga relatif stabil.

Dari global, indeks dolar AS terpantau beringsut lebih tinggi pada hari Senin, sedangkan saham berjuang untuk traksi dan harga minyak jatuh, ketika AS menyalahkan atas kasus virus corona yang akhirnya menjadi pandemi global. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,302 poin atau 0,30% ke level 99,381 pada pukul 15.05 WIB.

Menurut pemberitaan Reuters, Presiden AS, Donald Trump, dan Sekretaris Negara, Mike Pompeo, menyalahkan pandemi di China, wabah coronavirus berasal. Opini terbaru datang dari Pompeo pada Minggu (3/5) kemarin yang mengatakan ‘ada sejumlah besar bukti’ bahwa virus tersebut berasal dari sebuah laboratorium di Kota Wuhan, China bagian tengah.

Loading...