Inflasi Rendah, Rupiah Berbalik Naik di Akhir Pekan

Rupiah - tandichen.blogspot.comRupiah - tandichen.blogspot.com

JAKARTA – akhirnya mampu merangsek ke area hijau pada perdagangan Jumat (1/11) sore ketika laporan terbaru menunjukkan bahwa tingkat Indonesia sepanjang bulan kemarin terbilang cukup rendah. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda menguat tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp14.039 per .

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.066 per AS, terdepresiasi 58 poin atau 0,41% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.008 per AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang variatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,25% dialami peso Filipina dan pelemahan terdalam sebesar 0,22% menghampiri Korea Selatan.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang Oktober kemarin, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,02% secara bulanan. Kondisi ini berbalik dari bulan sebelumnya yang mencatatkan sebesar 0,27%. Meski mengalami kenaikan, namun angkanya masih lebih rendah dibandingkan Oktober 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,28%.

“Dua komoditas yang menjadi penyumbang terbesar laju inflasi Oktober adalah kenaikan ayam ras dan bawang merah. Masing-masing komoditas ini menyumbang inflasi sebesar 0,05% dan 0,02%,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto, dilansir Tempo. “Namun, secara umum, bahan makanan justru mengalami deflasi 0,41% karena banyak komoditas yang turun.”

Meski angka inflasi terbilang rendah, namun itu tidak banyak membantu rupiah untuk bergerak naik. Agaknya, dilansir CBNC Indonesia, lebih mencerna data yang dirilis sebelum inflasi, yaitu Purchasing Managers’ Index (PMI). Pada Oktober, PMI manufaktur Indonesia berada di 47,7 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 49,1 dan menjadi angka terendah setidaknya sejak 2016.

Dari pasar global, indeks dolar AS masih diperdagangkan lebih rendah pada hari Jumat, ketika investor menantikan laporan ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,122 poin atau 0,13% ke level 97,230 pada pukul 15.46 WIB.

“Suku bunga The Fed diperkirakan akan ditahan pada bulan Desember, tetapi pasar memprediksi ada penurunan suku bunga tahun depan, karena orang-orang ragu bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang perdagangan akan berjalan lancar,” kata ahli strategi valuta asing senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Jika data pekerjaan melemah, itu akan memberi tekanan lebih besar pada dolar AS.”

Loading...