Inflasi Mei 0,21%, Rupiah Berakhir Naik 18 Poin

Rupiah - www.cnnindonesia.comRupiah - www.cnnindonesia.com

Inflasi Indonesia pada bulan Mei 2018 yang dinilai masih cukup terkendali memberikan dorongan positif bagi sepanjang awal pekan (4/6) ini. Menurut paparan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menyudahi dengan penguatan sebesar 18 poin atau 0,13% ke level Rp13.878 per .

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup melesat 97 poin atau 0,69% di posisi Rp13.896 per pada perdagangan Kamis (31/5) kemarin. Laju positif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka menguat 26 poin atau 0,19% ke level Rp13.870 per AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot relatif melaju nyaman di area hijau, mulai awal hingga akhir dagang.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik () melaporkan bahwa sepanjang bulan Mei 2018, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,21%. Inflasi pada bulan kelima ini membuat inflasi di tahun kalender Januari-Mei 2018 sebesar 1,30% dan year on year sebesar 3,23%. Dari 82 kota yang disurvei, 65 kota mengalami inflasi sedangkan sisanya mengalami .

“Berdasarkan pengeluaran secara umum, inflasi dipengaruhi harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan tarif angkutan udara,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto, dalam konferensi pers. “Jika dibandingkan inflasi Ramadan dan Lebaran tahun lalu, angka ini lebih rendah, juga lebih rendah dibandingkan puasa tahun 2016. Tentu, ini kabar yang menggembirakan.”

Dari global, indeks dolar AS bergerak lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Senin, setelah potensi risiko politik membayangi laporan pekerjaan AS yang diumumkan cukup solid. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,167 poin atau 0,18% ke level 93,989, meski sempat naik 0,15% menuju level 109,660 terhadap yen Jepang.

“Laporan pekerjaan AS cukup kuat, dan data terbaru AS lainnya juga menunjukkan fundamental yang kuat, membantu greenback untuk memulihkan kerugian yang dideritanya dari penghindaran aset berisiko,” ujar ahli strategi senior di Barclays di Tokyo, Shin Kadota, seperti dikutip Reuters. “Namun, ketidakpastian atas KTT AS-Korea Utara minggu depan masih cenderung membatasi kenaikan dolar AS.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.872 per dolar AS, melonjak 79 poin atau 0,57% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.951 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,39% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...